31.7 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Program Domba Kesejahteraan Wujudkan Kemandirian Ekonomi Bojonegoro

Bojonegoro, Bhirawa – Upaya mengentaskan kemiskinan tidak selalu diwujudkan melalui bantuan yang habis dikonsumsi. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan ternak sebagai aset produktif yang dapat terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan keluarga. Pendekatan itu diwujudkan melalui Program Domba Kesejahteraan.

Program tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) desil 1 hingga 5.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu menyebutkan, pada 2026 pemerintah menargetkan sebanyak 3.575 keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan. Secara kumulatif selama periode 2023–2026, program ini ditargetkan menjangkau 6.095 keluarga.

Program Domba Kesejahteraan tidak berhenti pada penyaluran ternak. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa pakan, obat-obatan, serta bimbingan teknis mengenai manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga pengelolaan limbah ternak.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha peternakan sehingga bantuan yang diterima berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melakukan penyempurnaan pola penyaluran bantuan. Jika sebelumnya setiap penerima memperoleh satu ekor domba jantan dan satu ekor betina, kini komposisinya diubah menjadi satu ekor jantan dan dua ekor betina. Skema baru ini diharapkan mampu mempercepat reproduksi sehingga populasi ternak berkembang lebih cepat.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, perubahan komposisi tersebut dilakukan agar potensi pengembangbiakan ternak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Berita Terkait :  Puncak Hari Koperasi Ke-78 Provinsi Jatim, Khofifah Tekankan Peran Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

“Tahun ini beda, supaya yang jantan tidak ‘menganggur’. Dengan satu jantan dan dua betina, proses reproduksi akan lebih cepat sehingga domba segera berkembang biak,” ujarnya.

Menurut Nurul, domba bantuan diposisikan sebagai aset produktif jangka panjang atau yang dikenal masyarakat sebagai ingon-ingon. Keberadaan ternak itu diharapkan tidak hanya menjadi tambahan penghasilan keluarga, tetapi juga memperkuat ketersediaan daging di Bojonegoro dan mendorong lahirnya kelompok tani ternak yang memiliki posisi tawar lebih baik dalam pemasaran hasil produksi.

Karena diproyeksikan sebagai investasi keluarga, pemerintah meminta penerima manfaat memelihara ternak hingga memasuki usia afkir, sekitar empat hingga enam tahun. Domba bantuan tidak diperkenankan dijual sebelum waktunya meskipun harga pasar sedang tinggi.

“Tujuannya supaya Bapak/Ibu punya tabungan ternak sendiri. Jangan sampai tergoda menjualnya ke pasar hanya karena harga sedang tinggi,” kata Nurul.

Pemerintah juga menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program agar bantuan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah penyalahgunaan bantuan, termasuk penjualan ternak sebelum memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Melalui Program Domba Kesejahteraan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu membangun usaha peternakan yang mandiri. Dengan berkembangnya ternak yang dimiliki, keluarga penerima diharapkan memiliki tabungan produktif yang dapat menopang ekonomi rumah tangga sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. [bas.kt]

Berita Terkait :  Serapan Gabah Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Lampaui Target 2026

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!