28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, June 30, 2026
spot_img

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, JIIPE Lakukan Penanaman Mangrove dan Tebar Benih Ikan di Kalimireng

Gresik, Bhirawa  – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Kawasan Industri dan Pelabuhan Terpadu Jawa atau Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menggelar serangkaian kegiatan. Acara ini menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha penyewa kawasan, masyarakat pesisir, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Bersama berbagai pihak tersebut, JIIPE melaksanakan aksi nyata berupa penanaman 1.000 bibit pohon mangrove, serta pelepasan 1.000 benih ikan dan 100 benih kepiting di kawasan pesisir Kalimireng.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan lewat tindakan nyata dan kerja sama lintas sektor.

“Perlindungan lingkungan butuh dukungan dari kalangan industri, masyarakat pesisir, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin, termasuk upaya menjamin kesejahteraan sosial bagi nelayan serta pemulihan kawasan pantai melalui penanaman mangrove,” ujarnya.

Guru Besar Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Prof. Eddy Setiadi Soedjono, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan di kawasan industri maupun wilayah pesisir tidak bisa dinilai hanya dari satu aspek atau satu kali pengamatan saja.

“Perubahan kualitas air laut, kondisi ekosistem pantai, hingga hasil sumber daya perikanan dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan jangka panjang, pencatatan data secara berkala, serta kajian dari berbagai bidang ilmu sebelum mengambil kesimpulan menyeluruh,” jelas Prof. Eddy.

Berita Terkait :  Presiden Target Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga Rp17.500

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menyatakan bahwa pembangunan industri dan pelestarian alam harus berjalan seiring. Hal ini didukung dengan sistem pengawasan yang konsisten dan tindakan nyata di lapangan.

“Kami mengapresiasi langkah yang diambil BKMS, yang telah memulai penanaman ribuan pohon mangrove di kawasan Kalimireng. Selain mencegah pengikisan pantai dan membantu menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, hutan bakau ini menjadi investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat hingga generasi mendatang,” tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gresik, Arief Witjaksono, menambahkan bahwa penyebaran benih ikan dan kepiting diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sumber daya alam di perairan setempat, sekaligus mendukung kesejahteraan warga pesisir.

“Diharapkan hasil tangkapan menjadi lebih melimpah di sekitar kawasan, sehingga nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh. Upaya ini harus dipelihara bersama agar manfaatnya baik bagi alam maupun perekonomian dapat terus berlanjut,” katanya.

Direktur PT BKMS, Bambang Soetiono, menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengembangan kawasan industri.

“Ke depannya, keunggulan sebuah kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan nilai investasi, tetapi juga oleh kredibilitas pengelolaan lingkungannya. Oleh sebab itu, kami terus memperkuat sistem pemantauan berbasis data, membangun prasarana lingkungan, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah, peneliti, penyewa lahan, dan masyarakat sebagai wujud pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Satu PNS Sidoarjo Tanam Satu Pohon

Bambang menambahkan, melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, JIIPE menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola lingkungan. Hal ini meliputi pemantauan berkala, perbaikan fasilitas lingkungan, pemulihan ekosistem pesisir, serta kerja sama antarpihak sebagai penerapan prinsip pengelolaan usaha yang bertanggung jawab secara lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gresik, Hamzah Takim, juga menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai penanaman mangrove di sepanjang aliran Sungai Kalimireng sangat positif untuk menjaga keseimbangan alam pantai sekaligus mendukung keberlangsungan mata pencaharian nelayan. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!