28.2 C
Sidoarjo
Monday, August 17, 2026
spot_img

Bank Indonesia Dorong Digitaliasi di Sidoarjo Terus Berlanjut

Sidoarjo, Bhirawa. – Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jatim , Doni Fajar Anugerah, mendorong Pemkab Sidoarjo terus implementasi digitalisasi secara berkelanjutan dalam semua bidang kegiatannya. Keuangan, pendidikan, sosial, kesehatan dan lainnya.

Lewat penerapan pembayaran QRIS, ia harapkan bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi, memperlancar usaha dan kerja , dari Pemerintah daerah dan masyarakatnya.

“Digitalisasi di Kabupaten Sidoarjo semoga terus berkembang dan berlanjut,” ujarnya, belum lama ini, di pendopo delta wibawa, Sidoarjo, saat melaunching My retribusi Pasar Jago atau Pasar Sidoarjo Go Digital. Yakni penerapan pembayaran retribusi pasar di Sidoarjo dengan QRIS.

Pihaknya terus mendorong digitalisasi di Pemkab Sidoarjo, apalagi pada tahun 2025 lalu, penerapan digitalisasi pada semua aspek kegiatan di Pemkab Sisoarjo sudah mencapai 98.5% dan terus meningkat menjadi 99%.

Digitalisasi yang dilakukan Pemkab Sidoarjo pada tahun 2025 lalu, membuat TP2DD atau Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Kabupaten Sidoarjo meraih juara 3 se Jawa dan Bali.

“Digitaliasi di Sidoarjo semoga terus maju dan berkembang,” ujar Dony.

Dalam pembayaran pajak-pajak dan lainnya, di Kabupaten Sidoarjo, dalam beberapa tahun terakhir ini, hampir semuanya memakai sistim digitalisasi atau non tunai yang ia anggap sangat memudahkan masyarakatnya.

Pembayaran secara non tunai atau digital dinilai efektif, efisien dan transparan serta tidak mengenal ruang dan waktu. Karena pembayaran bisa dilakukan dimana dan kapanpun. Karena itu, ia minta TP2DD yang ada di kabupaten Sidoarjo agar terus diperhatikan dan dikembangkan.

Berita Terkait :  Satlantas Polres Tulungagung dalam Empat Bulan Tilang 40 Sopir Bus Ugal-ugalan

“Suatu saat semua masyarakat akan terbiasa dengan sistim digitalisasi, karena itu terus sosialisasikan dan biasakan,” komentarnya.

Plt Kepala BPPD Kabupaten Sidoarjo, Yudi Iriyanto, mengatakan penggunaan QRIS dalam implementasi digitaliasi di Kabupaten Sidparjo untuk penarikan retribusi pasar tunjukkan hal positip.

Penggunaan QRIS yang dimulai pada awal Mei 2026 pada 12 pasar tradisional dari 19 pasar tradisional di Sidoarjo, memperlihatkan tren positip. Awal-awalnya ada 2.109 transaksi yang digunakan, tetapi pada Awal Bulan Agustus 2026 ini bertambah menjadi 26.903 transaksi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam hal ini, seperti juru pungut retribusi , BI, OJK, bank Jatim , yang mendukung kelancaran implementasi QRIS dan mempercepat digitaliasi di Sidoarjo,” kata Yudi. (kus.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!