28.8 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Pemerintah Kota Malang Launching Pasar Lambe Lawas

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mencoba permainan tradisional di lokasi Pasar Lambe lawas.

Padukan Wisata Edukasi Anggur dan Kuliner Tradisional

Kota Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota Malang terus mendorong optimalisasi aset dan pemanfaatan lahan perkotaan menjadi ruang produktif bernilai ekonomi. Salah satunya tercermin lewat peresmian Pasar Lambe Lawas yang memadukan konsep pelestarian budaya Jawa melalui kuliner tempo dulu dengan kawasan wisata edukasi pertanian perkotaan (urban farming).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi langsung inisiatif tersebut saat menghadiri seremoni grand launching Pasar Lambe Lawas di kawasan Wisata Edukasi Pengangguran Malang, Kampus II Polbangtan Malang, Jalan Lambau, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Minggu (25/10).

Wahyu menuturkan, kehadiran pasar tematik yang diinisiasi oleh komunitas Duta Pengangguran ini memberi warna baru bagi lanskap pariwisata Kota Malang. Lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal kini disulap menjadi magnet ekonomi masyarakat sekitar tanpa menanggalkan identitas lokal.

“Ini daya tarik tersendiri. Mengusung nuansa kebudayaan Jawa tempo dulu, keberadaan Pasar Lambe Lawas menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat agar akar budaya lokal tetap lestari di tengah pesatnya modernisasi Kota Malang,” ungkap Wahyu usai peninjauan.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu berharap keotentikan pasar lawasan ini dirawat secara konsisten, mulai dari arsitektur lingkungan terbuka di bawah rindangnya pepohonan, busana para pelapak, hingga varian menu tradisional yang dijajakan. Dengan keunikan tersebut, destinasi ini dinilai mampu menyedot kunjungan pelancong dari dalam maupun luar Malang Raya.

Berita Terkait :  DPRD Nganjuk dan Pemkab Dok Perubahan APBD 2026, Penataan Anggaran Fokus Program Prioritas

Selain sajian kuliner jadul, kawasan tersebut mengintegrasikan wisata edukasi budidaya anggur perkotaan. Menurut Wahyu, keberhasilan budidaya tanaman anggur di tengah padatnya permukiman membuktikan potensi pertanian kota masih sangat menjanjikan jika dikelola secara terpadu. “Integrasi antara rekreasi edukasi panen anggur dan pasar kuliner lawas melahirkan ekosistem yang solid. Aktivitas edukasi, rekreasi, dan perdagangan bergerak bersama mengungkit ekonomi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Duta Pengangguran sekaligus Ketua Pengelola Pasar Lambe Lawas, Dwi Supriyanto, memaparkan bahwa animo pelaku usaha mikro terhadap pasar tematik ini kian meningkat. “Saat soft opening 11 Oktober lalu ada 50 pelaku usaha yang bergabung. Pada momentum grand launching hari ini, jumlahnya bertambah menjadi 62 pelaku UMKM lokal,” terang Dwi.

Dwi menjelaskan, pasar ini beroperasi dua kali dalam sebulan mengikuti siklus penanggalan Jawa, yakni setiap Minggu Legi dan Minggu Kliwon. Konsep tersebut sengaja dipilih guna memperkuat identitas tradisi sekaligus memberi waktu penataan ekosistem usaha.

Ke depan, pengelola terus mematangkan fasilitas pendukung kawasan, termasuk perbaikan sarana penaung serta penataan lansekap agar pengunjung makin nyaman menikmati aneka kuliner khas tempo dulu. [mut. peresmian Pasar Lambe Lawas yang memadukan konsep pelestarian budaya Jawa melalui kuliner tempo dulu dengan kawasan wisata edukasi pertanian perkotaan (urban farming).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi langsung inisiatif tersebut saatn menghadiri seremoni grand launching Pasar Lambe Lawas di kawasan Wisata Edukasi Pengangguran Malang, Kampus II Polbangtan Malang, Jalan Lambau, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Minggu (25/10).[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!