27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Pembangunan Jembatan Merah Putih Oleh Kodim Punya Peran Strategis

Situbondo, Bhirawa – Peran Kodim 0823 Situbondo dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih sangat strategis. Ini karena TNI sejak awal total dilibatkan mulai dari perencanaan, pengamanan, hingga pengawasan.

Menurut Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, pada prinsipnya Kodim sejak awal mengawal dan membantu percepatan pelaksanaan program Jembatan Garuda di wilayah Kabupaten Situbondo. Karena sebagai bagian dari program strategis pemerintah.

“Kami terlibat sejak tahap awal, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, survei dan peninjauan lokasi, koordinasi dengan Pemerintah Daerah, pelaksanaan pembangunan, monitoring progres, sampai dengan memastikan jembatan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” tutur Ferry.

Jadi, sebut Ferry, Kodim bukan hanya membangun secara fisik, tetapi yang paling penting adalah memastikan bahwa jembatan tersebut bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka akses wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Pembangunan jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Panglima TNI/Pangdam yang merupakan proyek strategis nasional.

Ini merupakan arahan pimpinan TNI sangat jelas, bahwa TNI harus hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat,” sebut Ferry.

Selain itu, urai Ferry, di tingkat Kodam V/Brawijaya, Kodim mendapat penekanan untuk melaksanakan program ini dengan cepat, tepat, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder.

‘Pangdam V/Brawijaya sendiri juga telah meninjau pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan wilayah Bondowoso dan Situbondo. Ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut mendapat perhatian serius dari komando atas,” ungkap Ferry.

Berita Terkait :  Digitalisasi Desa Wisata Brumbun: Sinergi Akademisi UPN Veteran Jatim dan Universitas Merdeka Madiun Wujudkan E-Commerce Terintegrasi

Masih kata Ferry, dalam pembangunan jembatan juga dilibatkan satgas khusus dari TNI yang diturunkan untuk membantu percepatan pembangunan jembatan. Untuk pelaksanaan di lapangan, ujar Ferry, melibatkan unsur satuan dan personel TNI sesuai kebutuhan serta karakteristik masing-masing lokasi. Kodim menjadi unsur kewilayahan yang mengkoordinasikan dan mengawal pelaksanaan di wilayah.

“Kami juga melibatkan Babinsa sebagai ujung tombak kewilayahan, karena Babinsa paling memahami kondisi masyarakat, medan, akses dan karakteristik wilayah masing-masing. Jadi pendekatannya adalah gotong royong dan sinergitas, bukan bekerja sendiri. Kami bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan unsur terkait lainnya,” pungkas pria asli Malang itu.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!