Bojonegoro, Bhirawa – Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan ditunjukkan keluarga besar SMK Negeri 1 Bojonegoro dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan, dengan menyasar tiga kecamatan, yakni Sukosewu, Ngambon, dan Tambakrejo.
Untuk tahap penyaluran hari ini, Selasa (22/9/2026), bantuan air bersih diberikan kepada warga di Kecamatan Sukosewu, tepatnya di Desa Pacing RT 15 RW 03 sebanyak 36 KK dan Desa Duyungan RT 05 RW 05 sebanyak 26 KK. Bantuan yang disalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih menggunakan tiga truk tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Selain air bersih, warga juga mendapatkan bantuan air mineral sebanyak 50 galon dengan kapasitas 15 liter per galon. Penyaluran bantuan selanjutnya dijadwalkan menyasar wilayah Kecamatan Ngambon dan Tambakrejo. Untuk Kecamatan Ngambon, bantuan akan disalurkan ke Desa Nglampin sebanyak delapan tangki. Sedangkan Kecamatan Tambakrejo mendapatkan bantuan sebanyak dua tangki air bersih.
Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedi Agus Setyoono, didampingi perwakilan Cabdin wilayah Bojonegoro, guru serta OSIS turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan air akibat musim kemarau.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial dikalangan lingkungan sekolah,” ujar Roedi kepada Bhirawa, Selasa (22/9/2026).
Menurut Roedi, keberadaan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dan pendidikan peserta didik. Sekolah juga memiliki peran dalam membangun kepedulian sosial serta sekolah untuk hadir dan membantu masyarakat ketika menghadapi bencana kekeringan.
Karena itu, kegiatan sosial seperti penyaluran air bersih diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para peserta didik.
Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga di sejumlah desa yang terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah yang mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian SMKN 1 Bojonegoro terhadap masyarakat. Melalui kegiatan sosial ini, sekolah berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di kalangan lingkungana sekolah.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro melalui Pengawas Pembina SMKN 1 Bojonegoro, Samadi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kepedulian sekolah terhadap masyarakat merupakan bagian dari pendidikan karakter.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya kepedulian sosial, gotong royong, dan berbagi kepada sesama,” ujar Samadi.
Samadi berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya positif di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, keterlibatan sekolah dalam kegiatan sosial dapat menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ketua RT 15/03 Desa Pacing, Mujiat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMK Negeri I Bojonegoro, yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama kondisi tersebut berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih yang telah membantu warga. Bantuan air ini sangat berarti bagi masyarakat dan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Warga berharap bantuan dan perhatian terhadap kebutuhan air bersih dapat terus diberikan hingga kondisi kembali normal. [bas.kt]

