32 C
Sidoarjo
Wednesday, September 30, 2026
spot_img

Ormas MADAS Sedarah Tagih Janji Revitalisasi Jalur Kereta Api Madura kepada Gubernur Khofifah

Sampang, Bhirawa — Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di periode kedua, Organisasi Kemasyarakatan Madura Asli (MADAS) Sedarah mulai menagih janji kampanye revitalisasi jalur kereta api di Pulau Madura. Hingga kini, rencana tersebut dinilai belum menunjukkan kemajuan nyata.

Abdul Holik Ali Hudi, Sekretaris DPC MADAS Sedarah Kabupaten Sampang, menyampaikan hal tersebut, Rabu (30/9/2026). “Janji politik ini harus ditagih. Revitalisasi kereta api di Madura belum ada progres apapun, padahal sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan pernyataan Gubernur Khofifah saat debat kampanye Pilgub 2024 yang menyebut studi kelayakan telah dirintis dan Menteri Perhubungan memprioritaskan jalur kereta api Madura, bahkan telah ditandatangani. MADAS Sedarah meminta kejelasan serta percepatan realisasi dari Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat.

“Jangan hanya berhenti pada wacana, kajian, atau pernyataan politik. Masyarakat butuh kepastian tahapan dan target pelaksanaannya,” tegas Holik.

Reaktivasi jalur kereta api dinilai sangat penting untuk menghubungkan empat kabupaten di Madura — Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Selain alternatif transportasi, kehadiran kereta api akan mendukung mobilitas warga, kelancaran perdagangan, pengembangan pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dahulu kereta api menjadi urat nadi konektivitas dan distribusi kebutuhan masyarakat di Pulau Garam. Meski kini banyak jejak jalur dan stasiun tua telah hilang, keberadaannya masih menjadi bagian sejarah transportasi yang patut dihidupkan kembali.

Berita Terkait :  Gayatri Dorong Kemandirian Ekonomi Wargqa Bojonegoro

Holik berharap Pemprov Jatim bersikap transparan mempublikasikan perkembangan proses — mulai hasil kajian, sumber pendanaan, penyelesaian aset dan lahan, hingga jadwal pelaksanaan. DPC MADAS Sedarah Sampang siap mengawal aspirasi ini agar rencana tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan.

“Kami bukan sekadar mengkritik. Kami ingin pemerintah bekerja bersama masyarakat mewujudkan kereta api di Madura demi kepentingan luas dan masa depan konektivitas pulau ini,” pungkasnya. [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!