28.2 C
Sidoarjo
Tuesday, May 5, 2026
spot_img

Menuju Grand Final, Finalis Duta FAHUM Jalani Karantina

Para Finalis Duta FAHUM 2026 pada saat sesi Beauty Class

Surabaya, Bhirawa

Sebanyak 12 finalis pemilihan Duta Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengikuti sesi karantina selama dua hari sebagai bagian dari tahapan pembekalan menuju Grand Final. kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 2 Mei 2026 di Gedung FAHUM Kampus 2 UINSA, Gunung Anyar.

Ahmad Ilham Firmansyah selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa sesi karantina ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada para finalis Duta FAHUM, baik untuk persiapan Grand Final maupun saat nantinya menjadi duta.

“Karantina ini menjadi wadah pembekalan materi bagi para finalis, baik untuk persiapan Grand Final maupun saat nantinya menjadi duta,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para finalis telah mendapatkan beberapa materi yang akan menunjang kemampuan dan penampilan mereka. Pada hari pertama, peserta dibekali dengan materi Master of Ceremony (MC) serta pemahaman mengenai peran dan tugas seorang duta. Sementara pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada beauty class dan catwalk practice sebagai persiapan untuk penampilan pada Grand Final nanti.

Ilham juga menyampaikan bahwa antusiasme para finalis selama mengikuti rangkaian karantina terbilang sangat baik. Para peserta dinilai mampu mengikuti dan menyerap materi yang diberikan dengan maksimal.

“Antusias peserta sangat baik, mereka bisa menikmati dan menyerap materi yang diberikan selama karantina,” tambahnya.

Berita Terkait :  Peringati Hari Pahlawan, Spemma Surabaya Gelar Pawai dan Launching Buku Karya Siswa

Disisi lain, salah satu finalis perempuan, Dhiva, mengungkapkan bahwa sesi karantina memberinya banyak pengalaman baru, khususnya dalam pengembangan kemampuan komunikasi.

“Selama karantina, kami belajar banyak, terutama terkait public speaking dan teknik menjadi MC,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Rahmat, salah satu finalis laki-laki, juga merasakan manfaat dari materi yang diberikan selama tahap karantina. Ia menilai pembekalan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan untuk tampil dengan baik di depan publik.

“Materi tentang MC dan public speaking sangat membantu, terutama dalam melatih cara kami membawa diri saat tampil di depan orang lain,” ucapnya.

Menjelang Grand Final, para finalis diharapkan dapat menjaga etika serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama masa karantina untuk membawa nama baik fakultas. Dengan berbagai pembekalan yang telah diberikan, para finalis juga diharapkan dapat tampil maksimal dan memberikan yang terbaik pada puncak Grand Final mendatang. Mg7.wwn

Penulis: Niken Ayu Dwi Agustin

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!