29 C
Sidoarjo
Saturday, May 23, 2026
spot_img

Mendesain dari Rumah, Belajar dari Dunia Nyata


Surabaya, Bhirawa
Magang bukan sekadar kewajiban akademis. Bagi Andi Fyqri Hanyfa Lemppa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, program magang reguler di PT Insan Sejahtera Engineering yang dimulai pada 4 Februari 2026 menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya tentang dunia kerja. Bukan di balik meja kantor yang ramai, melainkan dari sudut rumah yang tenang, ia menjalani pengalaman yang justru membentuk karakter dan kompetensinya sebagai calon profesional komunikasi.

PT Insan Sejahtera Engineering, perusahaan teknologi yang berkantor di Ruko Jatikepuh Indah E-29, Candi, Sidoarjo, menerapkan sistem kerja fleksibel bagi peserta magang. Andi menjalankan hampir seluruh tugasnya secara Work From Home (WFH) sebuah model kerja yang kian lazim di era digital, namun tetap menuntut kedisiplinan dan kemandirian tinggi. “Awalnya saya kira WFH itu lebih santai, tapi ternyata justru sebaliknya. Saya harus bisa mengatur waktu sendiri, memastikan pekerjaan selesai tepat waktu tanpa ada yang mengingatkan,” ujar Andi ketika merefleksikan pengalamannya.

Di antara berbagai tugas yang diembannya, desain grafis menjadi bidang yang paling dominan mengisi hari-harinya selama magang. Ia merancang konten visual untuk media sosial perusahaan, membuat materi promosi digital, hingga menyusun elemen grafis pendukung kampanye pemasaran. Setiap karya yang dihasilkan langsung digunakan oleh perusahaan sebuah tanggung jawab yang tidak kecil bagi seorang mahasiswa. “Saya belajar bahwa desain itu bukan soal bagus atau tidak bagus saja. Ada pesan yang harus tersampaikan, ada audiens yang harus dijangkau. Itu yang membuat setiap pekerjaan terasa bermakna,” tuturnya.

Berita Terkait :  Upaya Percepatan Penurunan Stunting, Pemkot Madiun Gelar Diklat Bersama Guru Paud

Meski mayoritas pekerjaan dilakukan dari rumah, Andi sesekali hadir langsung ke kantor PT Insan Sejahtera Engineering untuk keperluan yang lebih mendalam. Pertemuan tatap muka itu dimanfaatkan untuk berdiskusi langsung bersama tim, memaparkan progres pekerjaan, serta mengikuti sesi evaluasi berkala bersama penanggung jawab magang, Tonny Leonard. Momen-momen itu, meski tidak sering, menjadi pengingat bahwa komunikasi tatap muka tetap memiliki nilai tersendiri yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh layar dan pesan digital.

Pengalaman organisasi yang ia miliki sebelumnya turut menjadi bekal berharga. Sebagai koordinator produksi UKM Garahasninema di kampus, Andi terbiasa mengelola proyek kreatif dari hulu ke hilir. Kemampuan itu kini ia terapkan dalam konteks yang lebih profesional merencanakan konten, mengeksekusi desain, lalu mengevaluasi hasilnya bersama tim. Proses iteratif seperti inilah yang ia sebut sebagai inti dari pekerjaan digital marketing yang sesungguhnya.

Program magang yang berlangsung dari 4 Februari hingga 31 Mei 2026 degan dosen pembimbing magang Novan Andrianto ini membuktikan bahwa batas antara ruang belajar dan ruang kerja kini semakin tipis. Seorang mahasiswa dengan laptop di rumah, koneksi internet yang stabil, dan kemauan untuk terus berkembang, bisa menghasilkan karya nyata yang berdampak bagi perusahaan. Andi Fyqri adalah salah satu buktinya bahwa magang bukan hanya tentang mengisi absensi, tetapi tentang menemukan versi diri yang lebih siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. [why]

Berita Terkait :  Pimpin Sertijab Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya, Kadindik Tegaskan Keberlanjutan Pendidikan Berkarakter

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!