28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Mahasiswa Untag Integrasikan Keamanan Lingkungan dan Kreativitas Pemuda

Sirine Darurat Gantikan Kentongan di Pegirian:

Surabaya, Bhirawa
Padatnya tata ruang dan minimnya penerangan di gang-gang sempit Kelurahan Pegirian, Surabaya, sempat membuat kawasan ini memiliki kerentanan yang tinggi. Kondisi lingkungan yang dipenuhi “sudut mati” kerap dimanfaatkan untuk aksi kriminal, mulai dari curanmor hingga ancaman peredaran narkoba, sehingga permukiman ini sempat mendapat label sebagai “zona merah”.

Merespon keresahan tersebut, kelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menginisiasi program pemberdayaan Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi warga RT 10 dan RT 11 di lingkungan RW 11. Mereka menghadirkan inovasi Sistem Peringatan Dini (EWS) berbasis sirine elektronik untuk memodernisasi sistem keamanan warga.

Selama ini, warga setempat masih sangat bergantung pada kentongan kayu atau memukul tiang listrik sebagai sinyal bahaya. Sayangnya, di tengah tingginya tingkat kebisingan kota, suara alat tradisional tersebut sering kali kalah nyaring dan membuat respons warga menjadi terhambat.

Sebagai solusinya, tim mahasiswa Untag merakit alarm elektronik mandiri yang perawatannya mudah dan menggunakan komponen lokal terjangkau. Alat ini dirancang untuk menghasilkan suara bising berdesibel tinggi yang dihubungkan dengan Panic Button (tombol panik) di beberapa titik krusial, termasuk pos penjagaan.

“Begitu ada kondisi darurat, warga tinggal memencet tombol tersebut, dan sirine akan meraung seketika ke seantero gang,” jelas perwakilan mahasiswa Luqman Arif.

Kehadiran alat ini disambut positif karena menawarkan tiga keunggulan mutlak. Pertama, suara kerasnya menjadi shock therapy yang efektif menciutkan nyali pelaku kejahatan. Kedua, memangkas waktu respons karena warga tidak perlu lagi kehabisan napas berteriak keliling kampung saat ada insiden. Ketiga, mempermudah koordinasi antargang sehingga seluruh warga mendapat peringatan di detik yang sama.

Berita Terkait :  RS Ubaya-Penggerak PKK Surabaya Komitmen Tekan Penyebaran TBC

Hal ini turut diamini oleh Cory, ASN sekaligus Pendamping Kampung Pancasila di RW 11. “Fasilitas ini memastikan semua warga langsung tahu dan bisa kumpul dengan lebih cepat saat ada marabahaya atau kesusahan,” terangnya.

Revitalisasi Peran Karang Taruna
Sosialisasi penggunaan Sirine Darurat dan pemahaman SOP kepada warga RT 10 dan RT 11 Pegirian agar tidak terjadi kepanikan palsu (false alarm).

Untuk mencegah terjadinya kepanikan massal (false alarm), warga dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis ritme. Aturannya dibagi dua: bunyi panjang tanpa henti (Tiiiiiiii…) untuk kondisi darurat tingkat tinggi seperti kejahatan dan kebakaran, serta bunyi pendek berulang tiga kali (Tiiit… Tiiit… Tiiit…) sebagai panggilan kumpul santai untuk agenda warga.

Ketua RT 11, Mashudi, berjanji akan merawat sistem ini dan mengintegrasikannya dengan jadwal ronda siskamling yang rutin.

Sebagai salah satu motor penggerak dari kelompok mahasiswa pelaksana, Luqman Arif mengutarakan pandangannya mengenai keberlanjutan program ini. Ia menegaskan bahwa penerapan sistem sirine ini bukan sekadar urusan keamanan fisik, melainkan sarana yang sangat efektif untuk memobilisasi warga secara cepat, baik untuk antisipasi gawat darurat maupun untuk menyatukan warga dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti komunal. Lebih lanjut, ia mendorong penuh optimalisasi peran Karang Taruna setempat agar tampil sebagai garda Hubungan Masyarakat (Humas) lingkungan. Dengan memanfaatkan keahlian di bidang desain grafis dan video editing, para pemuda diharapkan mampu mengemas kampanye keamanan dan sosialisasi SOP ritme sirine ini ke dalam bentuk visual yang menarik dan berkualitas tinggi. Melalui kolaborasi antara perangkat elektronik mandiri dan kecakapan digital pemudanya, kawasan Pegirian kini siap mewujudkan sistem pertahanan lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga tanggap dan modern. [why]

Berita Terkait :  Dokter FK Unusa Bawa Harapan Kesehatan untuk Masyarakat Manokwari

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!