Mojokerto, Bhirawa
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) Annifa Octatya bersama dengan satu tim nya yakni Sub Kelompok 3 KKN R4 Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melaksanakan program kerja berupa pembuatan mesin pencacah rumput untuk membantu peternak sapi meningkatkan efisiensi pakan.
Menurut Annifa, program ini dilatarbelakangi kendala yang dialami peternak setempat dalam menyiapkan pakan hijauan. Salah satu mitra, Pak Maslikan, yang memelihara 3-4 ekor sapi, harus meluangkan waktu 1,5-2 jam setiap hari untuk mencari dan memotong rumput secara manual. Kondisi tersebut semakin berat pada musim hujan karena rumput basah dan sulit ditangani.
Selain menyita waktu, pakan rumput yang diberikan dalam kondisi utuh juga kerap menumpuk di sekitar kandang dan menurunkan kualitas pakan. Rumput yang lembap berisiko rusak dan terbuang, dengan potensi pemborosan mencapai 10-20% ketika disimpan lebih dari satu hari.
Untuk menjawab persoalan tersebut, jelas Annifa, tim KKN merancang mesin pencacah rumput berbasis teknologi tepat guna. Alat ini menggunakan dinamo listrik 150 watt dan mampu mencacah rumput menjadi ukuran 1-3 cm, sehingga lebih mudah disimpan serta lebih cepat dikonsumsi ternak.
Uji coba dilakukan langsung menggunakan rumput yang biasa digunakan peternak. Hasil pengujian menunjukkan mesin bekerja optimal apabila rumput dimasukkan secara bertahap agar tidak terlalu padat dan tidak tersendat.
Selain penyediaan alat, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, termasuk pembersihan ruang pencacah dan pengecekan pisau secara berkala. Mahasiswa KKN juga memberikan buku panduan untuk cara penggunaan alat yang tepat dan cara merawatnya.
Melalui inovasi ini, diharapkan peternak dapat menghemat waktu, mengurangi pemborosan pakan, serta menjaga kebersihan dan kerapian kandang. Ke depan, rumput cacah juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan pakan fermentasi atau silase untuk cadangan saat musim kemarau. [why]

