32.2 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

Kolaborasi Pemkot Batu – Pemprov Jatim Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

Kota Batu, Bhirawa – Upaya mewujudkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan terus digencarkan di Kota Batu. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkolaborasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur memberikan bimbingan teknis (bimtek) Pertanian Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Tangguh dan Alamiah (PERMATA). Selain itu, Pemkot Batu juga telah membuat program P2B sebagai upaya membangun kekuatan pangan dari rumah warga.

Bimtek PERMATA ini menyasar Kelompok Tani (KT), dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kota Batu. Salah satu KWT yang menjadi sasaran pembinaan pertanian ramah lingkungan adalah KWT Bumi Lestari yang berada di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Melalui program PERMATA, pemerintah ingin memperkenalkan petani kepada praktik pertanian yang ramah lingkungan.

“Program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak,” ujar Hendry Suseno, Kadistan KP Kota Batu, Kamis (25/6).

Dalam metode pertanian ramah lingkungan, para petani mendapatkan pembinaan terkait teknik budidaya yang minim penggunaan bahan kimia. Selain itu petani juga diarahkan untuk pengelolaan lahan secara alami, serta strategi menjaga produktivitas tanpa merusak ekosistem.

Pelaksanaan program ini di Kota Batu menjadi bukti nyata komitmen pemkot bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam mendukung KWT maupun KT agar semakin tangguh dalam menghadapi tantangan pangan dan lingkungan.

“Dengan semangat kolaborasi, diharapkan konsep PERMATA dapat diterapkan secara luas sehingga Kota Batu menjadi  daerah percontohan yang peduli lingkungan sekaligus produktif dalam sektor pertanian,” jelas Hendry.

Berita Terkait :  Sabian Ahnaf, Siswa Berprestasi Dunia Asal SMAN 1 Situbondo

Sebelumnya, Pemkot Batu juga telah membuat  program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program ini dibuat sebagai upaya membangun kekuatan pangan dari rumah- rumah warga. Upaya ini digalakkan karena warga kota ini mayoritas banyak yang berprofesi sebagai petani. Dan mereka diajak bukan hanya sebagai penghasil pangan, tetapi juga menjadi penjaga masa depan gizi keluarga.

“Program P2B merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Kementerian Desa. Tujuannya meningkatkan gizi dan pendapatan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu.

Dalam pelaksanaan Program P2B, setiap Kelompok Tani (KT) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima manfaat memperoleh sejumlah bantuan. Bantuan tersebut berupa sarana produksi pertanian yang mendukung budi daya pangan bergizi di pekarangan rumah. Meliputi, 450 batang bibit cabai, 60 batang benih pisang, serta 1 paket benih sayuran yang beragam.

Selain itu, untuk mendukung pengendalian hama dan penyakit tanaman, setiap kelompok juga menerima 1 paket sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Kemudian untuk menunjang pertumbuhan tanaman, disediakan pula 200 kilogram pupuk NPK dan 25 kilogram pupuk KNO3.

Seluruh bantuan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan meningkatkan produktivitas pekarangan. Dan yang tak kalah penting, program P2B yang telah dimulai sejak akhir tahun 2025 ini diharapkan bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat desa.

Berita Terkait :  Ketika Dua Gunung di Jatim, Semeru dan Raung Menunjukkan Kekuatannya

“Program P2B adalah bagian dari upaya strategis untuk mendukung Makan Bergizi Gratis dan mendorong kemandirian pangan berbasis pekarangan,”tandas Cak Nur. [nas.kt]

Berita Terkait

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!