27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Ketua KONI Pusat Buka International Invitational Petanque Unesa


Surabaya, Bhirawa – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman, secara resmi membuka International Invitational Petanque Tournament “Bola Baja Cup” di Laboratorium Petanque Cak Hasan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (7/7).

Turnamen internasional tersebut digelar dalam rangka memperingati Bastille Day (Hari Nasional Prancis) sekaligus Dies Natalis ke-62 Unesa. Acara juga dihadiri Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI), Vincent Padare, sebagai perwakilan Pemerintah Prancis.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi penyelenggaraan International Invitational Petanque 2026 yang digelar di Unesa. Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi cabang olahraga petanque di Indonesia.

“Alhamdulillah, pada hari ini saya membuka secara resmi Turnamen International Invitational Petanque 2026 yang diselenggarakan oleh UNESA bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis. Saya rasa ini adalah langkah maju dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia maupun Pengprov Jawa Timur yang menyelenggarakan event yang diikuti 10 provinsi dan beberapa tim dari kabupaten/kota se-Jawa Timur,” katanya.

Marciano menilai perkembangan cabang olahraga petanque terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia berharap pembinaan atlet terus ditingkatkan agar prestasi Indonesia semakin baik di level nasional maupun internasional.

“Saya berharap Federasi Olahraga Petanque mempersiapkan atletnya dengan sebaik-baiknya. Hasilnya akan bagus dan pada multievent internasional, termasuk SEA Games di Malaysia nanti, prestasi petanque bisa lebih baik dari SEA Games sebelumnya,” katanya.

Berita Terkait :  Unesa Raih 54 Medali bagi Indonesia di SEA Games Thailand

Sementara Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya, Vincent Padaré, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme besar masyarakat Indonesia dalam menggelar dan mengikuti kejuaraan olahraga petanque di Jawa Timur. Pihaknya sangat terkesan dengan tingginya kualitas para atlet muda dari berbagai daerah serta fasilitas tempat pertandingan yang dinilai sangat representatif untuk level kompetisi yang kompetitif.

“Merupakan suatu kesenangan dan kehormatan tersendiri melihat masyarakat Indonesia memiliki minat yang begitu besar terhadap petanque, bahwa mereka sangat menyukainya, dan juga bisa memainkannya dengan sangat baik,” katanya.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menekankan pentingnya memperbanyak kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan atlet. Menurutnya, jam bertanding memiliki peran yang sama pentingnya dengan latihan dalam meningkatkan kualitas atlet.

“Sebenarnya kegiatan seperti ini memang harus sering diadakan di setiap cabang olahraga. Sekurang-kurangnya empat kali di tingkat nasional dan empat kali di tingkat provinsi. Itu harapan kami. Semakin sering bertanding, anak-anak itu semakin kuat instingnya, semakin kuat adaptasinya, dan aura bertandingnya. Jangan sampai lebih sering latihan daripada lebih sering bertanding,” ujar Nabil.

Nabil menambahkan, International Invitational Petanque 2026 juga menjadi langkah awal dalam menyiapkan atlet menuju PON 2028. Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari proses pemantauan kemampuan atlet sebelum memasuki tahapan seleksi yang lebih resmi.

“Ini sebenarnya langkah awal untuk persiapan menuju PON 2028. Setelah PON 2028 ada penyaringan untuk SEA Games di Malaysia nanti. Ini saya apresiasi sekali,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Prestasi Meningkat, Bupati Janji Tambah Dana KONI Mojokerto

Menurutnya, hasil pertandingan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan atlet yang layak masuk ke tahap seleksi berikutnya. Selain kondisi fisik dan kesehatan, performa saat bertanding menjadi tolok ukur yang paling menentukan.

“Ini sebagai tes awal untuk melakukan tahapan-tahapan seleksi. Seleksi itu alat ukurnya selain fisik dan kesehatan, yang lebih penting adalah prestasi bertanding,” tegasnya.

Nabil juga menyampaikan apresiasi kepada Unesa yang telah menyediakan fasilitas sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, organisasi olahraga, dan pemerintah dapat terus mendukung pembinaan atlet Indonesia. [wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!