Sampang, Bhirawa– Bantuan air bersih terus mengalir untuk warga terdampak kekeringan panjang di Kabupaten Sampang, bantuan tersebut dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bagi warga terdampak kekeringan ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung cukup panjang.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan, mengatakan bantuan tersebut disiapkan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah krisis air akibat musim kemarau. Minggu (11/10/26).
“Bantuan ini memang tidak bisa menyelesaikan semuanya, tetapi paling tidak dapat meringankan beban pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan,” ujarnya.
Untuk meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan air bersih, SKK Migas bersama KKKS menyiapkan sekitar 1 juta liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Teknis distribusinya akan dilakukan secara bertahap.
“Bahkan volume air untuk bantuan air bersih ini berpotensi ditingkatkan dengan penyesuaian kebutuhan masyarakat di bawah,” katanya.
Tidak hanya bantuan jangka pendek, pihaknya juga membuka pembahasan program jangka panjang bersama Pemerintah Kabupaten Sampang. Hal itu mengingat persoalan kekeringan terjadi berulang setiap tahun.
“Ini memang jangka pendek. Untuk jangka panjang nanti kami coba melihat program apa yang bisa dilakukan dan diusulkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sampang H. Achmad Mahfudz memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, seperti SKK Migas, KKKS, dan pihak-pihak lainnya.
Menurutnya, bantuan kedaruratan berupa air bersih tersebut akan bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem. Dan kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai bantuan kedaruratan, melainkan dapat berkembang menjadi program jangka panjang yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” ungkapnya. [lis.kt]






