28 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Kasus HIV Baru di Gresik Didominasi Kelompok LSL, Dinsos Gencarkan Edukasi ke Sekolah

Gresik, Bhirawa — Temuan kasus baru HIV/AIDS sejak awal tahun 2026 menjadi perhatian serius Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik. Data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) menunjukkan bahwa kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni 24 kasus atau sekitar 26 persen. Di posisi berikutnya, kategori pasangan risiko tinggi (risti) tercatat 16 kasus atau 17 persen.

Kondisi ini mendorong LK3 Dinsos Gresik memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi sejak dini, dengan menjadikan sekolah sebagai salah satu sasaran utama sosialisasi yang melibatkan siswa sekaligus wali murid.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Gresik sekaligus Pembina LK3, Choirul Arif, menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan bertahap dari sekolah ke sekolah. Pendekatan ini dinilai penting karena persoalan yang dihadapi anak tidak terlepas dari kondisi keluarga dan lingkungan sosial.

“Agar pencegahan lebih efektif. Tren kasus beberapa tahun terakhir menunjukkan anak usia sekolah menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian, dan salah satu masalah yang dialami siswa bersumber dari kondisi keluarga,” ujar Arif.

Pencegahan perilaku berisiko harus dilakukan sejak dini, dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat anak beraktivitas. Ketiganya memiliki peran penting dalam membangun kondisi psikososial yang sehat.

“Tujuannya agar anak nyaman di keluarga, aman di sekolah. Itu langkah awal untuk mencegah permasalahan psikososial,” tegasnya.

Berita Terkait :  Wali Kota Batu Optimis Inovasi KIAI TANI Raih Kemenangan

Materi edukasi yang disampaikan tidak sebatas soal HIV, tetapi juga mencakup berbagai persoalan keluarga dan psikososial yang berpotensi memengaruhi perkembangan anak. Siswa dan orang tua diberikan informasi mengenai berbagai masalah, cara mencegah dan menanganinya, hingga penyusunan prosedur pencegahan dan penanganan jika terjadi persoalan di lingkungan sekolah.

Choirul Arif menambahkan bahwa sosialisasi akan terus digelar secara bergantian di sejumlah sekolah di Gresik. Langkah ini diharapkan memperkuat peran keluarga dan sekolah sebagai benteng awal dalam mencegah perilaku berisiko sekaligus mendeteksi dini masalah psikososial pada anak. Dengan pendekatan ini, penanganan HIV tidak hanya berhenti pada aspek kesehatan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keluarga dan lingkungan sosial anak. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!