34.2 C
Sidoarjo
Tuesday, October 20, 2026
spot_img

Irigasi Putus Akibat Tanggul Ambrol, Petani Desa Kendalpayak Terancam Gagal Panen

Kab Malang, Bhirawa – Terputusnya aliran irigasi utama akibat tangul longsor yang berlokasi di kawasan pintu air Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, karena dipicu oleh robohnya rumpun bambu yang tergerus derasnya luapan air dari saluran primer kadalpang, sehingga terjadi tanah longsor. Peristiwa tersebut menyebabkan pasangan konstruksi sepanjang 30 meter ambrol, serta menyisakan longsoran tanggul setinggi 7 meter dengan lebar 3,5 meter.

Dengan terputusnya aliran irigasi tersebut terdapat 260 hektar lahan pertanian baku sawah, saat ini sama sekali tidak mendapatkan pasokan air, termasuk lahan persawahan di wilayah Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Irigasi tersebut dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, yang terbilang krusial.

Dengan tidak ada aliran air pada irigasi tersebut, maka mendorong Pemerintah Desa Kendalpayak mengambil langkah darurat dengan mengajukan permohonan peminjaman unit pompa air kepada Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Langkah itu diambil guna menyelamatkan tanaman padi warga yang kian terancam mengering.

Menanggapi terputusnya aliran irigasi tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera, Selasa (20/10/2026), kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya saat ini fokus penanganan dampak dari longsornya tanggul irigasi yang berada di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, karena irigasi tersebut juga mengalir ke wilayah Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Berita Terkait :  LKPJ Bupati Kediri Tepat Waktu, DPRD Sampaikan Rekomendasi

“Bangunan irigasi itu, berada dibawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sehingga  koordinasi teknisnya dapat dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (PUSDA). Kami dari DTPHP berfokus pada penanganan dampak terhadap budidaya pertanian warga,” terangnya. 

Perlu diketahui, penanganan di lokasi kejadian masih tergolong lambat, dalam perbaikan fisik di area tanggul yang jebol, selain langkah pemantauan, pendataan, dan koordinasi antarinstansi. Para petani kini hanya bisa berharap bantuan darurat pompa air serta perbaikan tanggul segera direalisasikan sebelum tanaman mereka mati total. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!