33 C
Sidoarjo
Friday, October 2, 2026
spot_img

Inkubasi hingga Pitching, Perjalanan 8 IKM Jatim Menuju Pasar Ekspor Taipei

Pemprov Jatim, Bhirawa  – Sebanyak delapan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Jawa Timur akan mengikuti sesi bisnis pitching bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Jumat Tanggal 2 Oktober. Kegiatan ini merupakan tahap ke-8 dari program Jatim Export and Trade Assistance (JXTA) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim.

“Hari itu ada acara bisnis pitching dengan KDEI Taipei, kantor dagang dan ekonomi Indonesia di Taipei,” ujar Lucky, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, mewakili Plt Kepala Disperindag Jatim, Iwan, dalam wawancara bersama Bhirawa, Jumat (2/10/2026) pagi.

Menurut Lucky, KDEI Taipei sendiri berfungsi sebagai perwakilan non-kedutaan yang memfasilitasi kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Taipei.

Program JXTA dirancang dalam sembilan tahap berjenjang untuk menyiapkan IKM Jatim go internasional. Dari lebih dari 100 pendaftar awal, dilakukan seleksi ketat hingga menyisakan 63 peserta.

“Kemudian diseleksi lagi menjadi sekitar 35 orang. Tiga puluh lima orang ini ikut tahap ke-6, yaitu bootcamp offline,” jelas Lucky.

Tahap berikutnya adalah inkubator yang baru saja dilaksanakan. “Kemarin baru saja kita laksanakan, namanya inkubator. Nah, itu dapat ilmu, dapat cara ya, bagaimana caranya narik buyer, terus dia kalau email buyer itu bahasanya seperti apa, kapan kira-kira harus follow up, kalau nggak dibales sama buyer apa yang harus dilakukan,” paparnya.

Berita Terkait :  PGN Care Gelar dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Bandungrejo Ngasem Bojonegoro

Dari 35 peserta inkubator, kembali dilakukan seleksi hingga tersisa delapan finalis yang berhak mengikuti bisnis pitching. “Namun sisanya dari yang 35 kurangi 8, tadi berapa ya? 27 ya. Dua puluh tujuh itu tetap kami undang untuk bisa ikut dan melihat,” tambahnya.

Lucky menekankan bahwa materi dalam JXTA dirancang praktis dan langsung aplikatif. Peserta tidak hanya diberi teori ekspor, tetapi juga diajarkan teknik negosiasi, penulisan email bisnis dalam bahasa Inggris, strategi follow up, hingga cara menangani buyer yang tidak merespons.

“Jadi memang ilmu-ilmu yang diberikan itu memang practical ya, bukan hanya teori saja,” tegasnya. Pendekatan ini dinilai penting karena banyak IKM memiliki produk berkualitas, tetapi kurang memahami cara mendekati dan meyakinkan buyer internasional.

Kegiatan bisnis pitching besok akan dihadiri langsung oleh kepala bidang perdagangan dari KDEI Taipei. “Nanti harapannya kalau ada yang tertarik dari KDEI akan meneruskan ke buyer, kemudian mereka akan bertemu saat pameran TEI di Jakarta,” harapnya.

TEI (Trade Expo Indonesia) merupakan ajang pameran ekspor terbesar yang digelar di Jakarta, menjadi pintu masuk utama bagi IKM untuk bertemu buyer mancanegara. Dengan adanya rekomendasi dari KDEI Taipei, delapan finalis GXTA ini diharapkan dapat menjajaki kerja sama nyata dan mencatatkan transaksi ekspor perdana.

Jatim Export and Trade Assistance (JXTA) merupakan program unggulan Disperindag Jatim untuk mendorong UMKM lokal tembus pasar ekspor. Program ini terdiri dari sembilan tahap, mulai dari seleksi awal, pelatihan dasar ekspor, bootcamp offline, inkubasi, hingga bisnis pitching dan pendampingan pasca-pitching.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Turut Berperan Program Pengendalian Pertumbuhan Penduduk melalui KB Perusahaan

Dengan adanya program ini, Jatim menargetkan peningkatan jumlah eksportir baru dari kalangan IKM, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyumbang ekspor terbesar di Indonesia. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!