Teks foto 1: Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila ke-81 di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (1/6). Ervan Kholis/Bhirawa
Teks foto 2: Ervan Kholis/Bhirawa
Pemkot Kediri, Bhirawa
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.
Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila ke-81 di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (1/6). Upacara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar), dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Dalam amanatnya, Vinanda mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Menuju Indonesia Maju”.
“Di tengah perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial, dan berbagai tantangan global, kita membutuhkan satu pegangan yang mampu menjaga persatuan bangsa, yaitu Pancasila,” ujarnya.
Menurut Vinanda, Pancasila bukan sekadar rangkaian sila yang dihafalkan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ketuhanan mengajarkan toleransi, nilai kemanusiaan menumbuhkan kepedulian, nilai persatuan menjaga kebinekaan, nilai musyawarah mendorong kebijaksanaan, dan nilai keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan.
Ia menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyebaran informasi yang tidak selalu benar, polarisasi di ruang digital, hingga menurunnya kepedulian sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Vinanda menyebut Kota Kediri terus berupaya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan. Salah satunya ditunjukkan dengan capaian Kota Kediri yang selama lima tahun berturut-turut masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia.
Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri pada 2025 mencapai 82,71 dan masuk kategori sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,74 persen, sementara angka kemiskinan turun menjadi 6,04 persen pada November 2025.
“Budaya guyub rukun, toleransi antarumat beragama, semangat gotong royong, serta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan mengakar kuat di Kota Kediri,” terangnya.
Menurut Vinanda, keberhasilan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari terciptanya kondisi yang aman, tertib, dan kondusif. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas dinilai memiliki makna penting.
Ia mengatakan tugas menjaga ketenteraman dan ketertiban merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Vinanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas yang telah mengabdi dan menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.
Ia juga berpesan agar seluruh jajaran terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi antarinstansi, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penertiban umum yang melibatkan personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Kediri. [van,nov.hel]


