27 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Gus Fawait Siapkan Masa Depan Baru Pasar Tanjung Jember

Rapat Konsolidasi Penataan Pasar Tanjung yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Jumat (2/9/2026). gege bagus s/bhirawa.

Pemkab Jember, Bhirawa. – Penataan Pasar Tanjung tidak hanya berbicara soal ketertiban kawasan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha dan penghidupan para pedagang.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memilih membuka ruang dialog dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.

Komitmen tersebut terlihat dalam Rapat Konsolidasi Penataan Pasar Tanjung yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Jumat (2/9/2026).

Forum ini mempertemukan Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan mahasiswa, asosiasi pedagang, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar Pasar Tanjung.

Forum berlangsung terbuka. Berbagai aspirasi disampaikan untuk menjadi bahan pemerintah dalam menentukan langkah penataan kawasan pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat Jember.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, dialog tersebut penting agar kebijakan penataan tidak hanya dilihat dari satu sisi. Pemerintah perlu mendengar langsung kondisi dan kebutuhan para pedagang, baik yang berjualan di lantai atas, lantai bawah, bagian depan, maupun area di sekitar Pasar Tanjung.

“Tentu sebuah keputusan tidak bisa memuaskan semua pihak secara sempurna. Namun, kami telah menyiapkan skema kebijakan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang,” ujar Gus Fawait.

Berita Terkait :  Bukan WFH, Wali Kota Pasuruan Pilih Jumat Bersepeda

Menurutnya, pemerintah tidak ingin penataan Pasar Tanjung berhenti pada persoalan penertiban semata. Lebih dari itu, penataan diarahkan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memberikan ruang yang layak bagi para pedagang untuk menjalankan aktivitas ekonominya.

Solusi Jangka Panjang: Semua Pedagang Terwadahi

Gus Fawait menyebut, salah satu solusi ideal dalam jangka panjang adalah memastikan seluruh pedagang dapat tertampung di dalam kawasan Pasar Tanjung.

Namun, kondisi kapasitas pasar saat ini menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan secara bertahap. Karena itu, Pemkab Jember menyiapkan rencana revitalisasi dan pembangunan fasilitas pasar baru agar ke depan tidak ada pedagang yang harus mencari ruang berjualan di luar kawasan yang semestinya.

Dengan konsep tersebut, penataan pasar diharapkan tidak sekadar memindahkan pedagang, tetapi juga menghadirkan ekosistem perdagangan yang lebih tertata dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

Penataan Dimulai dari Langkah yang Bisa Dilakukan Sekarang

Sembari menyiapkan solusi jangka panjang, Pemkab Jember juga mengambil langkah jangka pendek. Fokusnya antara lain penataan arus lalu lintas serta pengaturan zonasi aktivitas perdagangan antara pedagang yang berada di dalam pasar, bagian bawah, hingga pedagang di tepi jalan.

Untuk memastikan kebijakan berjalan secara terkoordinasi, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penataan Pasar Tanjung yang melibatkan unsur Forkopimda. Satgas bersama OPD terkait juga akan melakukan pendataan ulang pedagang.

Berita Terkait :  APERSI Goes to Campus, Dorong Kewirausahaan Mahasiswa Teknik Sipil di Sektor Properti

Pendataan ini menjadi penting untuk mendapatkan gambaran kondisi riil di lapangan sekaligus menata kembali administrasi dan kelengkapan izin tempat berjualan yang sudah tidak berlaku.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pasar Tanjung Diproyeksikan Jadi Pilot Project

Bagi Pemkab Jember, pembenahan Pasar Tanjung tidak berdiri sendiri. Penataan kawasan ini diproyeksikan menjadi pilot project yang nantinya dapat menjadi model bagi pembenahan pasar-pasar tradisional lainnya di Kabupaten Jember.

Dengan pendekatan bertahap, pemerintah ingin membangun pasar yang tidak hanya tertib secara tata ruang, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan ekonominya.

Gus Fawait menegaskan, pemerintah tidak memiliki niat untuk menyulitkan masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Pasar Tanjung.

“Pemerintah tidak ada niat sedikit pun untuk menyulitkan rakyat kecil dalam mencari nafkah. Langkah ini merupakan ikhtiar bersama agar tidak terjadi konflik antarpedagang dan penataan pasar dapat berjalan lebih harmonis serta tertib,” tegasnya.

Melalui dialog, pendataan, pengaturan zonasi, hingga rencana revitalisasi, Pemkab Jember berupaya mencari titik temu antara ketertiban kawasan Pasar Tanjung dan keberlangsungan ekonomi para pedagang.

Sebab, pada akhirnya, pasar bukan sekadar bangunan tempat transaksi jual beli. Pasar adalah ruang ekonomi masyarakat yang harus ditata agar semakin nyaman, tertib, dan mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun warga Jember secara berkelanjutan. [geh*].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!