29 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Luncurkan Motif Sekar Jagad Pancawarna, Wali Kota Wahyu: Batik Malangan Harus Naik Kelas

Pemkot Malang, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong penguatan batik lokal agar tidak hanya menjadi identitas budaya kebanggaan daerah, melainkan juga pilar strategis penggerak ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka Festival Batik Kota Malang dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Minggu (4/10/2026).

Peringatan tersebut kian istimewa dengan diluncurkannya motif batik anyar bertajuk Sekar Jagad Pancawarna. Motif ini dirancang khusus merepresentasikan identitas, sejarah, serta kekayaan potensi lima kecamatan yang ada di Kota Malang.

Wahyu menguraikan, motif Sekar Jagad Pancawarna sarat filosofi lokalitas. Unsur goresan dan perpaduan warnanya terinspirasi langsung dari peta teritorial serta karakteristik khas tiap wilayah kecamatan di Kota Malang.

“Sekar Jagad Pancawarna ini betul-betul diangkat dari cerita yang ada di Kota Malang. Lekuk-lekukannya mengambil peta wilayah, dengan lima kecamatan yang diimplementasikan lewat warna-warna berbeda di tiap unsurnya. Dari selembar kain batik ini, kita bisa membaca narasi dan identitas Kota Malang,” ujar Wahyu di sela acara.

Menurut orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut, eksplorasi para perajin patut diapresiasi tinggi. Kehadiran Sekar Jagad Pancawarna kian melengkapi deretan corak khas Malangan yang telah eksis sebelumnya, seperti motif topeng malangan, rante rebesi, tugu, hingga biji kopi.

Di samping menjaga pakem tradisi, Wahyu menggarisbawahi pentingnya inovasi desain dan teknik produksi agar batik tetap adaptif dengan tren generasi muda dan selera pasar modern.

Berita Terkait :  Dinkes Probolinggo Gelar Imunisasi HPV bagi Siswi Sekolah, Sasar 7.772 Anak Perempuan

Terlebih sejak UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009, tanggung jawab pelestarian menuntut keterlibatan aktif semua pihak.

“Batik bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi sudah diakui pentas internasional. Maka inovasi harus terus bergulir tanpa menanggalkan akar filosofinya. Anak-anak muda juga harus dilibatkan agar regenerasi perajin dan pencinta batik tetap berlanjut,” jelasnya.

Guna mendukung kemandirian perajin, Pemkot Malang berkomitmen mengawal ekosistem industri batik dari hulu hingga hilir.

Pendampingan meliputi peningkatan kompetensi perajin, standardisasi mutu produk, digitalisasi usaha, hingga fasilitasi akses permodalan dan perluasan pasar.

“Kami ingin UMKM batik di Kota Malang tidak sekadar bertahan, melainkan betul-betul naik kelas, makin kompetitif, dan berdaya saing tinggi sehingga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegas Wahyu.

Ajang Festival Batik Kota Malang ini turut dihadiri jajaran DPRD Kota Malang, pimpinan Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM), perwakilan Bank Indonesia, unsur TNI-Polri, komunitas pegiat budaya, kepala SMK, serta para pelaku usaha batik setempat.[mut.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!