DPRD Jatim, Bhirawa
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyiapkan 430 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjelang peluncuran nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keseriusan daerah dalam menerjemahkan program strategis nasional berbasis ekonomi kerakyatan. Ia menyoroti keberhasilan Bojonegoro yang telah memastikan seluruh koperasi berbadan hukum sebagai fondasi penting penguatan kelembagaan.
“Ini progres yang sangat positif. Ketika 100 persen koperasi sudah berbadan hukum, artinya pondasinya kuat. Tinggal memastikan manajemen dan keberlanjutannya berjalan optimal,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Sri Wahyuni juga menilai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) laporan keuangan dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar Pemkab Bojonegoro merupakan langkah strategis untuk mendorong tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Namun demikian, legislator dari Dapil Bojonegoro–Tuban ini mengingatkan agar keberhasilan tidak berhenti pada angka dan pembentukan semata. Ia menegaskan, koperasi harus benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Jangan hanya berdiri secara administratif. Koperasi harus hidup, mampu memutus rantai pasok, menekan harga kebutuhan, dan meningkatkan pendapatan anggota,” tegasnya.
Ia juga mendorong percepatan penyelesaian kendala di lapangan, mulai dari persoalan lahan hingga administrasi aset, melalui sinergi lintas sektor agar target nasional tidak terganggu.
Diketahui, Pemkab Bojonegoro telah mencatatkan capaian signifikan, mulai dari legalitas 100 persen, perizinan usaha mencapai 84,4 persen, hingga ratusan koperasi yang telah melaksanakan RAT.
Bojonegoro ditargetkan menyiapkan 22 KDKMP sebagai bagian dari peluncuran awal 1.000 koperasi pada 18 Mei mendatang. Selanjutnya, pemerintah pusat menargetkan peluncuran 50.000 koperasi secara nasional pada 17 Agustus 2026.
“Kalau ini dikawal serius, Bojonegoro berpeluang besar menjadi role model pengembangan koperasi desa, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional,” pungkasnya. [geh.kt]


