28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Dispendik Surabaya, Libur Sekolah Waktu Perkaya Pengalaman dan Karakter


Surabaya, Bhirawa – Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengajak para siswa memanfaatkan masa libur sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai momen memperkaya pengalaman dan mengembangkan karakter, bukan sekadar beristirahat dari rutinitas belajar.

Seluruh sekolah sedang libur yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026, sementara kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, Dispendik Surabaya ingatkan pendampingan orang tua, siswa dapat memperoleh banyak pelajaran dari aktivitas sehari-hari, interaksi dengan keluarga, maupun pengalaman di lingkungan sekitar, Selasa (23/6).

Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati menjelaskan bahwa liburan tidak berarti seluruh proses belajar dan pembentukan karakter ikut berhenti, anak-anak tetap perlu didampingi supaya memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

“Tantangan selama masa libur ialah meningkatnya penggunaan gawai, sebab Dispendik mengimbau para orang tua untuk mengawasi aktivitas digital anak dan tidak membiarkan mereka menghabiskan waktu sepanjang hari di depan layer, harus tetap berada dalam pemantauan, ajak anak melakukan aktivitas positif,” pungkasnya.

Febrina mengingatkan supaya orang tua mematuhi ketentuan mengenai pengawasan anak pada malam hari selama liburan, surat edaran yang telah diterbitkan Pemkot Surabaya tetap berlaku, termasuk kebijakan jam malam bagi anak sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mencegah anak berada di luar rumah tanpa pengawasan pada waktu yang tidak semestinya.

Berita Terkait :  Dindik Berharap Murid Vokasi di Jatim Bersertifikasi Kompetensi

“Kami mengingatkan para orang tua, guru, dan sekolah berbagai surat edaran tetap berlaku selama masa liburan, pastikan anak-anak tetap pada pengawasan, termasuk pada malam hari, dan jangan sampai euforia setelah kenaikan kelas membuat mereka melakukan aktivitas yang berisiko,” ungkapnya.

Febri menyarankan kegiatan memiliki nilai edukatif, pengalaman sederhana di sekitar tempat tinggal pun dapat menjadi sarana belajar yang bermakna apabila dilakukan bersama keluarga dan disertai pendampingan yang baik.

“Belajar tidak selalu harus melalui buku pelajaran, berdiskusi dengan orang tua, mengenal lingkungan sekitar, mencoba hal-hal baru, sampai memahami kehidupan sehari-hari merupakan proses belajar yang penting,” ujarnya.

Febri berharap ketika kembali ke sekolah nanti, anak-anak membawa semangat baru, pengalaman baru, dan cerita yang menginspirasi.

“Para guru didorong menggunakan waktu libur untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan menyiapkan metode yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!