Dindik Jatim, Bhirawa – Momentum Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 harus menjadi penguat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa pemimpin dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Pesan ini ditegaskan Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Menurut Aries, selaras dengan tema Hari Pramuka tahun ini “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045″, hal ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus terus adaptif terhadap perkembangan zaman dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ini juga menilai, Pramuka memiliki posisi yang sangat strategis karena pendidikan kepramukaan memberikan pengalaman yang tidak seluruhnya bisa diperoleh murid hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
“Pramuka adalah sekolah kehidupan. Di dalam kelas anak-anak memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan melalui Pramuka mereka belajar memimpin, dipimpin, bekerja sama, disiplin, mandiri, peduli, bertahan menghadapi kesulitan dan menyelesaikan persoalan bersama,”ungkap Aries dalam memaknai peringatan Hari Pramuka ke-65 di Surabaya, Jumat (14/8/2026).
Karena itu, Aries berharap gerakan kepramukaan di sekolah tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, penggunaan seragam, upacara ataupun perkemahan. Pramuka harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi murid untuk belajar melalui pengalaman nyata.
“Kita ingin anak-anak bangga menjadi Pramuka bukan karena diwajibkan, tetapi karena mereka merasakan manfaatnya. Kegiatan Pramuka harus semakin kreatif, kekinian dan dekat dengan kehidupan generasi muda,” tegasnya.
Pramuka di Tengah Generasi Digital
Anggota Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur ini juga menyebut tantangan pembinaan generasi muda saat ini berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya. Anak-anak tumbuh dalam ekosistem digital dengan akses informasi sangat cepat, penggunaan gadget yang tinggi serta interaksi melalui media sosial yang semakin intens.
Karena itu, menurutnya, Pramuka justru semakin relevan. Di tengah dunia yang semakin digital, generasi muda tetap membutuhkan ruang untuk bertemu, berbicara, bekerja sama, beraktivitas di alam terbuka, mengenal lingkungannya dan membangun kepedulian kepada sesama.
“Teknologi tidak boleh kita musuhi. Anak-anak harus menguasai teknologi, bahkan kecerdasan buatan. Tetapi mereka juga harus tetap memiliki empati, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, daya juang dan karakter. Di sinilah Pramuka mempunyai ruang yang sangat besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya mengejar nilai akademik ataupun prestasi kompetisi.
“Prestasi itu penting, tetapi karakter menentukan bagaimana ilmu dan prestasi itu kelak digunakan. Kita ingin anak-anak Jawa Timur menjadi generasi yang pintar sekaligus baik, berprestasi sekaligus peduli, serta hebat tetapi tetap rendah hati.”
Dari Ketahanan Pangan hingga Kepedulian Lingkungan
Tema Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu fokus dinilai Aries sangat relevan dengan pendidikan.
Menurutnya, kegiatan Pramuka dapat dikembangkan menjadi aktivitas nyata seperti menanam, berkebun, mengenal pangan lokal, mengolah lahan sekolah, menjaga sumber air, mengurangi sampah plastik hingga membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Hal tersebut sejalan dengan semangat sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk menghadirkan pendidikan yang semakin dekat dengan kehidupan nyata, termasuk melalui Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) serta budaya Sekolah ASRI – Aman, Sehat, Resik dan Indah.
“Swasembada pangan jangan hanya menjadi sebuah istilah besar. Anak-anak bisa memulainya dari hal sederhana: menanam satu tanaman, merawatnya sampai tumbuh, memahami proses pangan sampai ke meja makan dan belajar bahwa setiap sumber daya harus dijaga. Itu pendidikan karakter sekaligus pendidikan kehidupan,” jelas Aries.
Pramuka Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Lebih jauh, Aries juga berharap Gerakan Pramuka semakin memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pramuka dapat dilibatkan dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, kesiapsiagaan bencana, bakti sosial, membantu masyarakat rentan, menjaga fasilitas umum hingga berbagai aktivitas kemanusiaan.
Menurut Aries, semangat Dasa Darma dan Tri Satya akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan.
“Pramuka jangan hanya terlihat ketika ada kegiatan Pramuka. Saya ingin anggota Pramuka justru paling terasa kehadirannya ketika masyarakat membutuhkan bantuan.”
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan kepramukaan bukan hanya banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan perubahan karakter yang terbentuk pada diri peserta didik.
“Kalau setelah mengikuti Pramuka anak menjadi lebih disiplin, lebih berani, lebih mandiri, lebih peduli kepada temannya, lebih mencintai lingkungan dan lebih bertanggung jawab, berarti pendidikan Pramuka kita berdampak,”tegasnya.
Menyiapkan Pemimpin Indonesia Emas 2045
Aries mengingatkan, murid-murid yang hari ini berada di bangku sekolah merupakan generasi yang akan berada pada usia produktif ketika Indonesia memasuki tahun 2045.
Karena itu, menyiapkan Indonesia Emas tidak dapat dimulai pada tahun 2045. Proses tersebut harus dilakukan sejak sekarang melalui pendidikan dan pembentukan karakter.
“Pemimpin Indonesia tahun 2045 sedang duduk di ruang-ruang kelas kita hari ini. Mereka juga sedang berlatih di gugus depan, mendirikan tenda, mengikuti penjelajahan, berdiskusi dengan regunya, belajar memimpin dan belajar bertanggung jawab.”
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, Gerakan Pramuka, pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem tumbuh kembang generasi muda yang sehat.
Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sekaligus bagian dari Kwarda dan Mabida Gerakan Pramuka Jawa Timur, Aries mendorong sekolah untuk menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai ruang yang kreatif dan menyenangkan bagi murid.
Kegiatan Pramuka, lanjutnya, harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan generasi tanpa kehilangan nilai dasarnya.
“Metodenya boleh berubah, kegiatannya harus semakin kreatif, teknologi boleh semakin maju, tetapi nilai Pramuka jangan pernah berubah: disiplin, kejujuran, gotong royong, kemandirian, kepedulian dan cinta kepada Tanah Air.”
Menutup pesannya pada Hari Pramuka ke-65, Aries mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka Jawa Timur menjadikan peringatan tahun ini sebagai momentum untuk semakin banyak berkarya dan memberikan manfaat.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Jadilah Pramuka yang tidak hanya memakai seragam, tetapi membawa nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan. Tangguh dalam menghadapi tantangan, cerdas mengikuti perubahan, peduli terhadap sesama, mencintai lingkungan, serta hadir memberi manfaat bagi masyarakat,”ucap dia.
“Sebab sejatinya Pramuka bukan sekadar kegiatan. Pramuka adalah proses membentuk manusia. Dari Pramuka kita menyiapkan generasi, dan dari generasi yang berkarakter kita menyiapkan masa depan Indonesia,” tambah dia. [ina.kt]


