Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Sosial (Dinsos) Jatim kembali memfasilitasi pemulangan lima orang dan satu balita asal Jatim yang terdampak situasi perang di Iran, Kamis (16/4). Mereka berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Abdullah asal Bondowoso, Aly Sa Jjad Al Hinduan asal Situbondo, serta Habibah Yahya dan Hasan bersama balitanya asal Kota Malang.
Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Muchamad Arif Ardiansyah SSTP MS, proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. ”Pemulangan ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” ujarnya.
Sebelumnya, para warga tersebut telah difasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Setibanya di Jakarta, kemudian difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya oleh Badan Penghubung (Banhub) Jatim.
Setelah tiba di Surabaya, mereka diserahkan kepada Dinsos Dinsos Jatim untuk selanjutnya dipulangkan ke rumah masing-masing dengan menggandeng Dinsos kabupaten/kota setempat.
”Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar,” tambah Arif.
Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani warga terdampak konflik di luar negeri.
Dengan demikian, Dinsos Jatim menyatakan kesiapan apabila ke depan terdapat warga Jatim lainnya yang dipulangkan dari Iran. Proses fasilitasi akan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama KBRI, Banhub Jatim, serta Dinsos kabupaten/kota agar pemulangan berjalan dengan mudah. [rac.fen]


