29 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Ikhtiar Tekan Stunting, Pemkot Pasuruan Perkuat Kolaborasi dan Peran Posyandu

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan terus mematangkan langkah strategis dalam memitigasi persoalan stunting di wilayahnya.

Melalui penguatan peran posyandu dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Pasuruan menargetkan penurunan angka stunting yang signifikan demi menyiapkan generasi emas yang berkualitas.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo saat menghadiri kegiatan senam bersama kader kesehatan serta penyaluran bantuan sosial bagi 250 balita di Kantor Kecamatan Panggungrejo, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan tersebut, Mas Adi didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Pasuruan untuk memantau langsung kondisi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama itu menjadi momentum bagi Pemkot Pasuruan untuk melakukan reorientasi fungsi posyandu.

Mas Adi sapaan akrabnya menekankan keberadaan posyandu saat ini telah berevolusi menjadi pusat layanan kesehatan yang jauh lebih komprehensif.

“Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi. Posyandu sekarang bukan hanya untuk balita, tapi juga melayani remaja hingga lansia. Jadi benar-benar menjadi pusat layanan terpadu yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” tegas Mas Adi di hadapan para kader kesehatan dan orang tua yang hadir.

Menurutnya, posyandu harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

Salah satu poin penting yang disoroti Mas Adi adalah pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam memikul tanggung jawab sosial.

Berita Terkait :  Dirham Optimis Bacabup Lamongan Yuhronur dapat Rekom PDIP

Ia mengapresiasi dukungan dari Indomaret melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang turut berkontribusi dalam pengadaan bantuan bagi balita.

Mas Adi menyatakan persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah sendirian.

Dibutuhkan kerja sama kolektif agar intervensi gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

“Ini adalah langkah nyata kolaborasi. Kami berharap dunia usaha lainnya juga terus bersinergi untuk mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting di Kota Pasuruan,” imbuh Mas Adi.

Di sisi lain, Mas Adi mengingatkan bahwa peran orang tua, terutama ibu, adalah kunci utama dalam keberhasilan pencegahan stunting.

Pejabat nomer satu ini mengimbau para ibu untuk memperhatikan asupan gizi secara mandiri guna memastikan kualitas ASI yang diberikan kepada buah hati tetap terjaga.

Pola asuh yang tepat, menurutnya, merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi daerah.

“Investasi terbaik adalah anak-anak kita. Maka perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka harus menjadi prioritas utama,” jelas Mas Adi.

Saat ini, angka prevalensi stunting di Kota Pasuruan masih menyentuh angka 21 persen. Angka itu menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk ditekan hingga mencapai target ambisius sebesar 5 persen.

Mas Adi optimistis, dengan kerja keras para kader kesehatan dan dukungan bantuan sosial yang tepat sasaran, target tersebut bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

Berita Terkait :  Kajoetangan Heritage Dijadikan Kawasan Inklusi Keuangan

“Kita berharap dengan kerja sama ini, angka stunting bisa terus ditekan dan anak-anak di Kota Pasuruan tumbuh sehat serta berkualitas untuk masa depan bangsa,” urai Mas Adi. [hil.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!