29 C
Sidoarjo
Thursday, April 16, 2026
spot_img

Memutus Sekat di Dunia Digital, Ketika Kaum Muda Disabilitas Jatim Belajar dari ‘Saudara’ Sendiri

Oleh:
Rachmat Caesar, Kota Surabaya

Di salah satu ruang kelas Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya, suasana hangat begitu terasa. Sebanyak 35 kaum muda disabilitas dari Surabaya dan sekitarnya tampak serius menatap layar, menyerap ilmu pemasaran digital.

Namun, ada yang berbeda dari pelatihan biasanya: sang mentor di depan kelas adalah juga seorang penyandang disabilitas.

Kegiatan ini merupakan Pelatihan Digital Marketing Inklusif, bagian dari Futuremakers Youth Employability Program. Program ini digerakkan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dengan dukungan penuh dari Standard Chartered Foundation.

Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, para peserta digembleng untuk menguasai keterampilan digital. Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi inklusif antara Plan Indonesia dengan Galeri Disabilitas Kinasih, UPT Dinas Sosial Jawa Timur, dan Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian.

Project Manager Plan Indonesia, Raharjo, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini membawa pendekatan yang sangat spesial dan berbeda dari biasanya. Raharjo menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada metode pendampingan yang inklusif.

“Kami melatih fasilitator dari rekan-rekan disabilitas yang merupakan pegiat langsung, baik itu pengusaha maupun digital marketer, terlebih dahulu. Kami melatih soft skill dan membedah modul pelatihan bersama,” ujar Raharjo.

Setelah tahap Training of Trainers (ToT) tersebut, para fasilitator inilah yang kemudian turun langsung melatih para peserta. Strategi ini diambil berdasarkan hasil asesmen yang menunjukkan bahwa peserta disabilitas merasa jauh lebih nyaman, senang, dan mudah memahami materi jika pengajarnya berasal dari latar belakang yang sama.

Berita Terkait :  Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2027 Dibuka

“Rekan fasilitator mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan pendekatan yang inklusif, sehingga mempermudah peserta untuk menguasai skill yang diberikan,” tambahnya.

Bagi Plan Indonesia, keterlibatan kaum muda disabilitas bukan sekadar pelengkap. Raharjo menegaskan bahwa pihaknya selalu menargetkan minimal 3 persen peserta disabilitas dalam setiap program untuk memenuhi kewajiban kuota inklusivitas.

Pelatihan di Jawa Timur ini diharapkan menjadi jembatan bagi kaum muda disabilitas untuk menembus pasar kerja atau mandiri secara ekonomi melalui dunia digital yang tanpa batas.

“Ini jadi semangat kami di Plan Indonesia untuk mengusahakan pendekatan yang inklusif dan memperjuangkan akses yang dibutuhkan oleh rekan-rekan disabilitas. Sampai semua setara,” pungkas Raharjo dengan optimis.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Gadisku, Edi Cahyono menyebutkan bahwa pelatihan Digital Sales Marketing ini menyasar pemuda dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. Peserta memiliki latar belakang disabilitas yang beragam, mulai dari disabilitas fisik, sensorik (rungu dan netra), hingga mental dan intelektual.

“Peserta adalah mereka yang sudah memiliki usaha maupun yang sedang merintis. Kami ingin meningkatkan kapasitas mereka dalam bidang pemasaran digital agar lebih kompetitif,” kata Edi.

Melalui pelatihan ini, Edi berharap peluang kerja dan wirausaha bagi penyandang disabilitas semakin terbuka lebar. Ia juga mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, guna mendukung kemandirian ekonomi teman-teman disabilitas di masa depan. [rac]

Berita Terkait :  Mudik Lebaran 2026, DPRD Jatim Soroti Titik Rawan Macet dan Jalan Tambalan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!