27.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Dosen FK Unesa Ungkap Kebiasaan di Kamar Mandi Berisiko Picu Stroke


Surabaya, Bhirawa – Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus dokter spesialis neurologi hibau masyarakat untuk mewaspadai risiko stroke yang dapat terjadi di kamar mandi.

Perubahan suhu secara mendadak, kebiasaan mengejan terlalu kuat, hingga penyakit seperti hipertensi dan gangguan jantung yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, Sabtu (8/8).

Dosen FK Unesa dr. Shelby Amrus Ernanda, M.Biomed., Sp.N., mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya menangani pasien selama lebih dari satu dekade, tidak sedikit pasien stroke ditemukan tidak sadar atau mengalami kelumpuhan secara mendadak saat berada di kamar mandi. “Perubahan suhu secara tiba-tiba dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat,” katanya.

Menurut dr. Shelby, kondisi tersebut berisiko bagi penderita hipertensi, terutama jika pembuluh darah sudah mengalami kerusakan, sehingga dapat memicu stroke perdarahan. “Perubahan suhu juga dapat memicu gangguan irama jantung pada sebagian orang, ketidakteraturan denyut jantung dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah yang kemudian terbawa aliran darah menuju otak dan menyumbat pembuluh darah. Inilah yang disebut stroke emboli,” jelasnya.

Selain perubahan suhu, dr. Shelby menjelaskan bahwa kebiasaan mengejan terlalu kuat saat buang air besar juga perlu diwaspadai. Tekanan di dalam kepala dapat meningkat ketika seseorang mengejan, terutama pada mereka yang memiliki hipertensi atau kelainan pembuluh darah.

“Pencegahan stroke dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, masyarakat disarankan tidak menggunakan air yang terlalu panas maupun terlalu dingin ketika mandi. Air dengan suhu yang mendekati suhu tubuh dinilai lebih aman bagi tubuh.

Berita Terkait :  Kapolres Madiun "Gaspol" di SMAN 1 Nglames, Wajib Anti-Bullying

dr. Shelby mengukapkan masyarakat menyiapkan pakaian hangat di dalam kamar mandi agar tubuh tidak langsung terpapar udara dingin setelah selesai mandi, Selain itu, kesehatan pencernaan perlu dijaga dengan mengonsumsi makanan berserat, mencukupi kebutuhan cairan, dan rutin bergerak untuk mencegah sembelit serta kebiasaan mengejan berlebihan.

“Paling penting adalah mengendalikan faktor risiko stroke sejak dini, terutama tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung, akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita anggap remeh, bertemu dengan satu momen ketidakhati-hatian,” tegasnya.

dr. Shelby berharap edukasi mengenai risiko stroke di lingkungan sehari-hari terus diperkuat. Menurutnya, kesadaran terhadap kebiasaan sederhana dan pengendalian faktor risiko dapat menjadi langkah preventif untuk menekan kasus stroke di masyarakat. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!