31 C
Sidoarjo
Thursday, April 23, 2026
spot_img

Dewan Temui TACB Jombang, Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso

Jombang, Bhirawa

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang akhirnya menemui Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang dan para penelusur sejarah untuk membahas sejarah kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno pada 6 Juni 1902 di Ploso, Jombang.

Pertemuan dilangsungkan di ruang khusus DPRD Kabupaten Jombang, Kamis (23/04).

Selain dari TACB Kabupaten Jombang yang dihadiri Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul iLah dan Anggota TACB Kabupaten Jombang, Arif Yulianto, Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, dan Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M Kuswartono, serta penelusur sejarah, Moch. Faisol juga mengikuti forum tersebut.

Sementara dari unsur dewan, terdapat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari,  Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Mochamad Agung Natsir, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Erna Kuswati, dan sejumlah anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jombang.

Pada acara tersebut, TACB Kabupaten Jombang menyerahkan hasil kajian Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang. Sementara Binhad Nurrohmat dan Moch. Faisol menyerahkan buku yang mereka tulis tentang sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Octadella Billytha Permatasari mengatakan, Komisi D menerima audiensi dari TACB Kabupaten Jombang dan rombongan terkait sejarah Bung Karno yang ada di Ploso.

“Hari ini kita belajar sejarah lagi dari beliau-beliau bahwa ada kemungkinan fakta, data, bahwa Bung Karno lahir di Ploso, khususnya di Desa Rejoagung,” kata dia.

Berita Terkait :  Bank Jatim Tingkatkan Pembangunan Daerah Bersama Pemkab Pasuruan dan Pulau Kangean

Terkait hal tersebut lanjut dia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Jombang.

“Dalam rangka ada dualisme sejarah. Kalau sekarang sejarah diakui bahwa Bung Karno lahir di Kota Surabaya. Nah ini ada temuan dari teman-teman TACB maupun Titik Nol bahwa ada kemungkinan Bung Karno lahir di Jombang, khususnya di Kecamatan Ploso, Desa Rejoagung,” beber dia.

Terhadap temuan-temuan data yang menyatakan Bung Karno lahir di Ploso tersebut, sambung dia, pihaknya mendorong pemerintah daerah setempat, khususnya Disdikbud Kabupaten Jombang untuk dapat mempertemukan pihak Jombang dengan Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita tabayyun terhadap fakta-fakta sejarah ini, ayo kita diskusikan secara bersama, dan melalui kajian-kajian akademik, agar sejarah ini dapat digali lebih dalam,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga berharap agar Disdikbud Kabupaten Jombang mengawal surat yang telah dilayangkan ke Kementrian Kebudayaan RI.

“Kita mendorong Disdikbud berkoordinasi, mengawal dan juga dengan BPK Wilayah XI,” tandas dia.

Masih menurut Octadella, DPRD Kabupaten Jombang juga berencana melakukan kunjungan ke rumah kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang.

“Kalau kunjungan ke lokasi nanti kita akan berkoordinasi dengan temanHteman pimpinan Komisi D, dengan Disdikbud misalnya, untuk kita bisa melihat temuan-temuan dari teman-teman itu seperti apa,” ulas dia.

Ketua TACB Kabupaten Jombang, Narsul ilah atau Cak Nas mengatakan pertemuan dengan  Komisi D DPRD Kabupaten Jombang berjalan dengan lancar.

Berita Terkait :  Babinsa 0823/Situbondo dan Posyandu Kompak Layani Kesehatan Balita

“Sehingga ada kemajuan walaupun selangkah, bahwasanya kita bersama-sama membuat katalisator, hal yang bisa mempercepat hal ini terjadi,” kata Cak Nas.

“Kuncinya ya satu, adalah bagaimana kubu Surabaya, kubu Jombang ini dipertemukan,” tandas Cak Nas.

Sementara itu, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, R.M Kuswartono menuturkan, dirinya menyampaikan terimakasih kepada DPRD Kabupaten Jombang..

“Temuan-temuan dari Persada Soekarno Kediri setelah digali dan ditelusuri, ditemukan banyak bukti-bukti artefak. Bahwa kelahiran Bung Karno di Jombang yang selama ini disampaikan pihak keluarga secara tutur, sudah terlengkapi dengan data dan dokumen,” ungkap Kuswartono.

Kuswartono berharap, karena Bung Karno merupakan sosok bapak bangsa dan juga tokoh besar, maka Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang segera ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Karena semuanya sudah final sesuai fakta-fakta, tutur, kemudian memori koleksi masyarakat,” tutur Kuswartono.

“Mudah-mudahan ini akan menjawab pertanyaan dunia tentang bapak bangsa. Karena kalau tidak terjawab secara bagus, ini menjadi aib kita bersama. Suatu keanehan jika seorang yang besar namun tempat lahirnya masih diperdebatkan,” pungkas Kuswartono.[rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!