29.5 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

BPBD Kabupaten Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sejumlah kecamatan dalam beberapa pekan ke depan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mitigasi dan early warning bagi masyarakat, terutama mereka yang bermukim di kawasan rawan banjir, angin kencang dan tanah longsor.

Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini dinilai sangat dinamis dan sulit diprediksi. Fenomena transisi atau anomali cuaca ini ditandai dengan teriknya sinar matahari selama berhari-hari yang kemudian diikuti secara mendadak oleh hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan dinamika atmosfer dalam beberapa hari terakhir memang memerlukan kewaspadaan ekstra. Fluktuasi cuaca yang drastis ini menjadi pemicu utama terjadinya sejumlah genangan hingga bencana hidrometeorologi basah di beberapa titik.

“Cuaca saat ini perubahannya sangat dinamis. Bisa tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya langsung dihantam hujan lebat berjam-jam sampai memicu banjir. Wilayah rawan longsor, pohon tumbang maupun genangan air menjadi fokus utama yang harus diwaspadai,” tandas Sugeng Hariyadi, Selasa (2/6).

Dampak nyata dari cuaca ekstrem ini sudah mulai dirasakan warga di beberapa wilayah administratif Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data BPBD, sejumlah insiden mulai dari pohon tumbang, kerusakan atap rumah akibat sapuan angin kencang hingga luapan air di jalan-jalan protokol telah dilaporkan.

Berita Terkait :  Untag Surabaya Buka Fakultas Kedokteran Kuota 50 Mahasiswa

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di wilayah barat Kabupaten Pasuruan yang berbatasan dengan kawasan industri. Luapan air dipicu oleh tingginya curah hujan di area dataran tinggi (hulu) yang tak lagi mampu ditampung oleh debit sungai di hilir.

“Misalnya yang terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kamis lalu. Terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati. Memasuki pukul 20.00, debit air naik dengan cepat dan perlahan meluap, membanjiri jalan serta permukiman warga,” imbuh Sugeng Hariyadi menjelaskan kronologi salah satu kejadian.

Karakteristik wilayah Kabupaten Pasuruan yang membentang dari pegunungan (seperti lereng Gunung Arjuna dan Bromo) hingga wilayah pesisir utara, membuat pola ancaman bencana menjadi bervariasi. Wilayah atas rawan akan tanah longsor dan pohon tumbang, sementara wilayah tengah dan bawah menjadi langganan banjir akibat kiriman air dari hulu.

Menghadapi situasi yang tidak menentu ini, BPBD Kabupaten Pasuruan menekankan ketangguhan bencana tidak bisa hanya mengandalkan respons pemerintah, melainkan harus dimulai dari kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga. Warga diminta untuk tidak menyepelekan perubahan sekecil apa pun di sekeliling mereka.

Upaya-upaya sederhana seperti membersihkan saluran air (drainase) di depan rumah, memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun hingga mengecek struktur bangunan yang mulai rapuh secara berkala, dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.

Berita Terkait :  Perlu Libatkan Banyak Pihak Atasi Kawasan Bebas Kumuh di Kota Pasuruan

Selain itu, saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang, mobilitas warga di jalan raya juga menjadi perhatian serius. Keberadaan pohon-pohon tua di sepanjang jalur arteri Pasuruan berpotensi membahayakan pengguna jalan jika terjadi hempasan angin mendadak. “Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Jika di tengah perjalanan turun hujan deras yang disertai angin kencang, sebaiknya segera mencari tempat berlindung yang aman. Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau di dekat bangunan yang kondisinya sudah rawan roboh,” tutur Sugeng Hariyadi.

Pihak BPBD bersama dengan jajaran relawan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan kini menyiagakan posko pemantauan 24 jam.

Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat langsung diteruskan ke tingkat desa secara real-time.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!