27 C
Sidoarjo
Tuesday, August 18, 2026
spot_img

Kurangi Ketergantungan pada Gawai, Pemkab Situbondo Gelar Festival Permainan Tradisional

Situbondo, Bhirawa — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tingginya ketergantungan anak-anak terhadap gawai pintar, Pemerintah Kabupaten Situbondo mengambil langkah konkret. Pemkab secara resmi meluncurkan program pembinaan anak berbasis komunitas sekaligus menggelar pelestarian permainan tradisional secara masif di seluruh kecamatan.

Langkah ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan respons nyata atas keprihatinan terhadap pergeseran perilaku anak-anak yang kian individualis akibat terlalu lama terpaku pada layar gawai. Rangkaian kegiatan diawali dari tingkat kecamatan, di mana setiap wilayah mengadakan perlombaan permainan tradisional. Para juara dari tiap kecamatan kemudian berkumpul dalam puncak acara tingkat kabupaten.

Bupati Situbondo, Mas Rio, saat ditemui di sela puncak acara menegaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk memulihkan ikatan sosial dan semangat kebersamaan yang kian tergerus kemajuan teknologi.

“Secara strategis kami ingin anak-anak kembali hidup secara komunal. Interaksinya bersama-sama, tidak lagi individualis akibat terlalu lama menatap layar HP. Karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan, ingin kami bangkitkan kembali melalui permainan tradisional ini,” tegas Mas Rio.

Permainan tradisional seperti egrang, bakiak, gobak sodor, hingga bentengan, lanjutnya, sarat akan nilai-nilai luhur kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kerja sama. Inilah yang menjadi pembeda mendasar dibandingkan permainan digital yang cenderung dimainkan secara sendiri-sendiri.

Pemkab Situbondo juga melangkah lebih jauh dengan menerbitkan aturan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan agar dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh satuan pendidikan.

Berita Terkait :  Ketua Banggar Said Abdullah DPR RI: Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen

“Penggunaan HP pada anak-anak harus dikurangi dan dibatasi. Kebijakan ini telah kami susun dan akan segera diimplementasikan bersama Dinas Pendidikan,” papar Mas Rio.

Pihaknya berharap permainan tradisional tidak hanya menjadi agenda lomba tahunan, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari anak-anak, baik di lingkungan rumah maupun ruang publik seperti Alun-alun Situbondo.

“Saya tidak ingin kegiatan ini berhenti sekadar menjadi lomba tahunan. Saya ingin setiap hari terlihat anak-anak bermain permainan tradisional, baik di Alun-alun ini maupun di halaman rumah masing-masing,” pungkas Mas Rio. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!