Sidoarjo, Bhirawa
Kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana terus tumbuh di kalangan masyarakat. Kali ini, sekitar 100 anggota Muslimat NU Kota Surabaya mengikuti pembelajaran kebencanaan di Taman Edukasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Selasa (9/6).
Peserta yang terdiri dari pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU dari berbagai kecamatan di Surabaya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan materi mulai dari pengenalan berbagai jenis bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), simulasi gempa bumi hingga praktik pemadaman kebakaran.
Kegiatan dibuka Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda yang hadir mewakili Kepala Pelaksana BPBD Jatim. Turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara serta Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj Lilik Fadhilah.
Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj Lilik Fadhilah, mengaku terkesan dengan fasilitas edukasi kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim. Menurutnya, sarana pembelajaran yang tersedia sangat lengkap dan memberikan pengalaman baru bagi para peserta.
“Kegiatan ini insya Allah sangat bermanfaat bagi anggota kami, mulai dari pengurus ranting, anak ranting hingga PAC. Apa yang kita dapat hari ini pasti akan kami tularkan kepada anggota lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Muslimat NU dalam kegiatan pembelajaran kebencanaan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Dari survei yang pernah dilakukan di Jepang, mereka yang selamat saat terjadi bencana mayoritas karena kemampuan diri sendiri, bukan karena bantuan regu penolong. Karena itu edukasi seperti ini sangat penting,” katanya.
Andhika juga menjelaskan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap upaya penanggulangan bencana. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) saat cuaca ekstrem melanda Jawa Timur beberapa waktu lalu.
“Pelaksanaan OMC bahkan didukung melalui APBD Jawa Timur. Di banyak daerah lain kegiatan serupa masih mengandalkan anggaran pemerintah pusat. Ini merupakan bentuk kepedulian luar biasa dari Ibu Gubernur Khofifah terhadap keselamatan masyarakat,” terangnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menambahkan perempuan dan anak-anak selama ini termasuk kelompok yang paling rentan terdampak saat terjadi bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas kebencanaan bagi anggota Muslimat NU dinilai sangat strategis.
“Harapannya ilmu yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada anggota Muslimat NU lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri saat terjadi bencana,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga menerima bantuan 100 bibit pohon produktif berupa jambu, alpukat dan kelengkeng. Bantuan itu diberikan sebagai bagian dari edukasi mitigasi lingkungan dan upaya menjaga kelestarian alam.
“Kita jaga alam, alam jaga kita. Menanam pohon juga menjadi bagian dari mitigasi yang perlu terus dilakukan bersama,” kata Deni.
Salah seorang peserta, Sulinah, pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Gunung Anyar, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Terlebih saat mengikuti simulasi pemadaman kebakaran yang menurutnya sangat bermanfaat untuk diterapkan di lingkungan sekitar.
“Terima kasih kepada BPBD Jatim dan Ibu Gubernur Khofifah atas pembelajaran kebencanaan hari ini. Banyak sekali manfaat yang kami dapat dan nantinya akan kami bagikan kepada anggota lainnya,” pungkasnya. [fir.kt]


