27.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Sinergi Bakorwil V dan Pemkab Jember, JLS hingga Penempatan PMI Jadi Prioritas


Jember, Bhirawa – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), ketahanan pangan, pengendalian inflasi, hingga penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal ke Taiwan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Bakorwil V dan Pemerintah Kabupaten Jember di Jember, Kamis (6/8).

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program prioritas yang telah dijalankan Pemkab Jember.

Di sisi lain, Bakorwil menyampaikan program2 nasional yg perlu mendapat perhatian bersama antara lain perizinan berusaha, pengendalian inflasi, Program Pembangunan 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), ketahanan pangan, penanggulangan tuberkulosis (TBC), serta percepatan pembangunan JLS.

Percepatan pembangunan JLS menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Bakorwil menilai perlu duduk bersama antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk berkoordinasi intensif dengan pusat.

Hal ini penting agar manfaat jalur tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jember. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan kesiapan membantu proses pengadaan tanah sekitar 591 meter persegi untuk mendukung percepatan proyek tersebut.

Di bidang ketenagakerjaan, Bakorwil V Jember memperkenalkan program penempatan PMI formal ke Taiwan. Program ini disertai pelatihan bagi calon pekerja migran sebelum diberangkatkan. Bakorwil siap memfasilitasi lembaga-lembaga penempatan tenaga kerja agar dapat berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Berita Terkait :  DPRD dan Pemkot Madiun Tandantangani Nota Kesepakaatan KUA PPAS 2026

“Pemprov Jawa Timur sendiri menargetkan pelatihan bagi sekitar 6.000 calon PMI formal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperluas akses kerja di luar negeri,” kata Budi dikonfirmasi, Minggu (9/8).

Pada sektor pertanian, Bakorwil V Jember mendorong pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu potensi unggulan Jember yang memiliki nilai tambah ekonomi. Selain itu, Bakorwil V Jember mengajak Pemerintah Kabupaten Jember untuk memanfaatkan ajang Green Bazaar Fest sebagai sarana promosi produk-produk agro unggulan dari tujuh wilayah kerja Bakorwil V Jember.

Selain itu, Bakorwil mengajak Pemerintah Kabupaten Jember untuk memanfaatkan ajang Green Bazaar Fest sebagai sarana promosi produk-produk agro unggulan dari tujuh wilayah kerja Bakorwil V Jember.

Event tersebut diharapkan menjadi etalase bersama bagi komoditas unggulan daerah sekaligus membuka peluang perluasan pasar, kemitraan usaha, dan peningkatan daya saing produk lokal.

Sementara di sektor pariwisata, Bakorwil mengusulkan pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk memperkuat pelestarian sekaligus pengembangan potensi cagar budaya di Kabupaten Jember..

Sebagai tindak lanjut, Bakorwil V Jember menawarkan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Jember sebagai payung kerja sama program-program yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bakorwil juga mengundang Bupati Jember untuk berpartisipasi dalam webinar sebagai wadah berbagi informasi dan penguatan koordinasi antarinstansi.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil V.

Berita Terkait :  Fasum Dijual Pengembang, Perumahan di Sumenep Terancam Tanpa Akses Jalan

Menurutnya, kolaborasi yang erat dengan pemerintah provinsi menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Fawait memaparkan sejumlah program prioritas yang saat ini menjadi fokus Pemkab Jember, antara lain Universal Health Coverage (UHC), Home Care, Petacinta, Mal Pelayanan Publik (MPP), Wadul Gus’e, serta pengembangan Bandara Jember untuk meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan publik.

Ia menyebutkan bahwa pekan depan Pemkab Jember akan membahas secara khusus percepatan pembangunan JLS dan penguatan program PMI bersama Bakorwil V. Kedua isu tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemkab Jember secara rutin menyalurkan sedikitnya 10.000 paket sembako melalui berbagai program, termasuk kegiatan Bupati Ngantor di Desa. Program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat dan menekan tekanan harga kebutuhan pokok.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemkab Jember juga akan menunjuk delegasi khusus sebagai penghubung dengan Bakorwil V. Mekanisme ini diharapkan mampu mempercepat komunikasi, sinkronisasi kebijakan, dan pelaksanaan program-program strategis antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Melalui penguatan sinergi ini, Bakorwil V dan Pemkab Jember berharap percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, pengendalian inflasi, serta pengembangan sektor unggulan daerah dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jember. [rac.gat]

Berita Terkait :  UMM Berangkatkan Dosen dan Mahasiswa ke Eropa Lewat Erasmus+

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!