“ BAZNAS Jatim Hadirkan Harapan bagi Siswa dari Keluarga Prasejahtera “
Oleh : Diana Rahmatus S, Kota : Sidoarjo
DI TENGAH keterbatasan ekonomi keluarga, Aulia Zaimatuz Zahro tetap berjuang meraih cita-cita. Siswi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo itu tak hanya tekun menempuh pendidikan formal, tetapi juga berusaha menjaga hafalan Al-Quran yang telah mencapai 12 juz. Semangatnya menjadi bukti bahwa kondisi keluarga yang sulit tak harus memadamkan mimpi seorang anak.
Aulia merupakan anak pertama dari Siti Munfakhilah, warga Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang ibu bekerja sebagai tukang pijat. Sementara itu, ayahnya mengalami gangguan psikologis berat sehingga tidak mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya.
Di tengah situasi tersebut, Aulia terus berusaha menjalani hari-harinya sebagai pelajar. Pendidikan dan hafalan Al-Quran menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun, perjuangan itu tentu membutuhkan dukungan, terutama ketika kemampuan ekonomi keluarga terbatas.
Harapan pun datang melalui program BAZNAS Jatim Cerdas. Pada Rabu (28/10/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan pendidikan kepada Aulia melalui pihak sekolah. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkahnya untuk terus belajar.
Aulia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, dukungan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jatim yang sudah membantu biaya sekolah saya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga BAZNAS Jatim selalu diberikan kelancaran dalam membantu orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Bagi Aulia, bantuan pendidikan bukan sekadar dukungan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah.
Membantu Siswa Tetap Melanjutkan Pendidikan
Kepedulian serupa juga diberikan kepada Desak Gede Ayu Galuh Chandra, siswi kelas XI SMK Nur Medika Surabaya. Ia berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ibunya berstatus janda dan tidak lagi mendapatkan nafkah dari suaminya, sehingga harus menghadapi sendiri berbagai kebutuhan keluarga.
Salah satu beban yang harus ditanggung adalah biaya pendidikan Desak Gede. Ia memiliki kewajiban membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp350.000 per bulan. Namun, pembayaran tersebut menunggak sejak kelas X.
Tunggakan biaya sekolah menjadi persoalan yang harus dihadapi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Untuk membantu meringankan beban tersebut, BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan sebesar Rp2,1 juta, setara dengan pembayaran SPP selama enam bulan.
Bantuan diserahkan kepada pihak SMK Nur Medika Surabaya agar dapat digunakan sesuai peruntukannya. Melalui dukungan ini, diharapkan persoalan biaya sekolah tidak semakin membebani keluarga dan Desak Gede dapat melanjutkan pendidikannya dengan lebih tenang.
Dua kisah tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan setiap siswa dari keluarga prasejahtera bisa berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan agar tetap bersemangat mengembangkan potensi diri, seperti Aulia yang menghafal Al-Quran, dan ada pula yang membutuhkan bantuan konkret untuk mengatasi tunggakan biaya sekolah.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, mengatakan bantuan pendidikan merupakan bentuk kepedulian agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan sekolah.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban keluarga dan membuat anak-anak tetap semangat belajar. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kami ingin bantuan yang disalurkan BAZNAS Jatim bisa memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Zakat untuk Membuka Peluang Masa Depan
Melalui program BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Provinsi Jawa Timur terus berupaya menghadirkan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.
Kisah Aulia dan Desak Gede menjadi pengingat bahwa di balik perjuangan seorang siswa, ada kondisi keluarga yang tidak selalu mudah terlihat. Dukungan terhadap pendidikan mereka bukan hanya soal membantu membayar kebutuhan sekolah, melainkan juga menjaga kesempatan agar masa depan tetap terbuka.
Bagi Aulia, semangat menghafal Al-Quran dan menempuh pendidikan formal menjadi bagian dari perjuangannya. Sementara bagi Desak Gede, bantuan pembayaran SPP diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mendukung kelanjutan sekolahnya.
Sejalan dengan semangat Menebar Manfaat, Menguatkan Umat, BAZNAS Jatim berkomitmen menyalurkan manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui bantuan pendidikan, harapannya semakin banyak anak dapat terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik tanpa harus menyerah pada keterbatasan ekonomi. [ina.kt]


