Surabaya, Bhirawa – Alumni Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra menghadirkan solusi kreatif dengan menyulap make up tak terpakai menjadi media lukis karya seni. Penumpukan limbah kosmetik kedaluwarsa jadi ancaman lingkungan yang jarang tersentuh.
Sebenarnya banyaknya produk make up yang terbuang tanpa pengelolaan khusus kini menjadi salah satu tantangan tersembunyi penumpukan sampah di Indonesia, dari situ menginisiasi Kampanye Sosial Pengelolaan Make Up Kedaluwarsa Secara Berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat mengenai penanganan limbah kecantikan secara aman.
Alumni DKV UK Petra, Vanessa mengatakan karya ini hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya limbah kecantikan dan memberi solusi nyata dalam memilah, serta mengolah sisa produk kosmetik secara ramah lingkungan.
“Bukan hanya jadi tugas akhir di atas kertas saat ia menyelesaikan kuliah, berhasil ini wujud karyanya melalui sebuah workshop edukatif yang merespons isu lingkungan dan maraknya budaya konsumerisme,” katanya, Senin (2/11).
Lanjut Vanessa menjelaskan bahwa dengan adanya workshop, sebagai cara ajakan ke masyarakat memanfaatkan limbah kosmetik sebagai media melukis buket bunga kertas. “Workshopnya mengutamakan metode aplikatif supaya para peserta dapat merasakan dampak langsung dan memiliki keterikatan terhadap permasalahan limbah kosmetik,” pungkasnya.
Vanessa mengukapkan mengarahkan ide dan pengalamannya itu ke ranah seni visual, Berbekal ilmu DKV Advertising, menerapkan proses Design Thinking untuk mengubah ancaman limbah kosmetik menjadi medium seni visual yang kreatif, aplikatif, dan mudah diterima awam.
“Selain relevan dengan bidang ilmu yang di tekuni, hal ini lebih menarik karena kosmetik dapat langsung dimanfaatkan sebagai medium berkarya tanpa perlu diolah atau diubah bentuknya secara khusus,” tuturnya.
Vanessa menambahkan kosmetik kedaluwarsa masih bisa punya nilai sebagai media seni, sebuah wujud nyata penerapan Education for Sustainable Development (ESD) di masyarakat. “Saya ingin memberi solusi praktis yang mudah diterapkan, sehingga setiap orang bisa mulai mengambil langkah kecil untuk bumi dari meja rias mereka sendiri,” imbuhnya. [ren.wwn]


