33.4 C
Sidoarjo
Friday, November 6, 2026
spot_img

Dosen dan Mahasiswa Dorong Transformasi Digital Marketing UMKM Makanan dan Minuman Tradisional di Desa Pabean, Sedati, Sidoarjo

Sejumlah dosen dan mahasiswa dari Program Studi Agroindustri, Fakultas Teknologi Terapan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, melalui Hibah Perguruan Tinggi tahun 2026 telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendorong transformasi digital marketing pada UMKM Merpati produk makanan dan minuman tradisional di RT 60 RW 11 Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan berlangsung sejak Juli hingga Nopember 2026 dengan fokus pemanfaatan WhatsApp grup, Instagram, dan TikTok sebagai sarana promosi serta pemasaran produk.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Rini Rahayu Sihmawati MP.MM sebagai ketua pelaksana, bersama Prof.Dr.Ir. Wardah MP.,MM., sebagai anggota tim. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dilakukan oleh Trianita Clara Anjani dan A. Hasan. Melalui kegiatan tersebut, tim berupaya membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan pemasaran digital agar produk lokal dapat dikenal lebih luas di luar lingkungan RT dan RW.

Ketua pelaksana, Ir. Rini Rahayu Sihmawati MP., MM., menjelaskan bahwa banyak UMKM makanan dan minuman tradisional memiliki produk berkualitas, tetapi belum memanfaatkan media sosial secara optimal. Menurutnya, pemasaran yang masih terbatas pada penjualan langsung dan komunikasi pribadi membuat potensi pasar UMKM belum berkembang secara maksimal.

“Produk makanan dan minuman tradisional memiliki nilai budaya dan keunikan rasa yang sangat berharga. Namun, tanpa strategi pemasaran digital, produk tersebut sulit menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, kami membantu mitra memanfaatkan WhatsApp, Instagram, dan TikTok secara lebih terarah,” ujar Ir. Rini Rahayu Sihmawati MP.,MM.

Berita Terkait :  109 Pelajar SDN Celep, Sidoarjo, Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Anggota tim pengabdian, Prpf. Dr.Ir. Wardah MP.,MM., menambahkan bahwa pemanfaatan media sosial perlu disesuaikan dengan karakteristik produk dan kebutuhan pelanggan. Menurutnya, Instagram cocok digunakan untuk menampilkan citra produk melalui foto dan katalog, sedangkan TikTok efektif untuk memperkenalkan produk melalui konten video yang lebih hidup dan menarik.

“Kami mengajak mitra untuk tidak hanya mengunggah foto produk, tetapi juga menampilkan proses pembuatan, cerita di balik usaha, dan keunikan produk tradisional. Konten yang jujur dan dekat dengan keseharian pelaku usaha biasanya lebih mudah menarik perhatian konsumen,” ujar Wardah.

Selama kegiatan berlangsung, tim memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra UMKM. Materi yang diberikan meliputi pengenalan digital marketing, teknik fotografi produk menggunakan ponsel, pembuatan caption menarik, penggunaan hashtag, pembuatan konten video pendek, serta pengelolaan WhatsApp grup untuk komunikasi dan pemesanan pelanggan.

Mitra juga dibimbing membuat dan mengoptimalkan akun Instagram serta TikTok. Konten yang dikembangkan menampilkan foto produk, proses pembuatan, keunikan rasa, testimoni pelanggan, dan aktivitas usaha sehari-hari. Pendekatan storytelling digunakan untuk mengangkat nilai tradisional dan cerita di balik produk makanan serta minuman khas yang dihasilkan mitra.

Salah satu mahasiswa yang terlibat, Trianita Clara Anjani, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam membantu masyarakat meningkatkan kapasitas usaha. Ia menilai pelaku UMKM sangat antusias mengikuti pelatihan, terutama ketika belajar membuat konten promosi menggunakan ponsel.

Berita Terkait :  Dindik Kota Surabaya Buka Jalur Domisili dengan Kuota 40 Persen

“Kami melihat mitra sangat antusias. Mereka mulai memahami bahwa ponsel yang selama ini digunakan untuk komunikasi sehari-hari juga bisa menjadi alat promosi yang kuat. Yang penting adalah konsistensi dalam membuat konten dan berinteraksi dengan pelanggan,” ungkap Trianita Clara Anjani.

Sementara itu, A. Hasan menambahkan bahwa WhatsApp grup memiliki peran penting dalam mendukung penjualan UMKM. Melalui grup pelanggan, mitra dapat menyampaikan informasi produk baru, promo, ketersediaan stok, dan layanan pemesanan secara lebih cepat.

“WhatsApp grup membantu UMKM menjaga hubungan dengan pelanggan. Informasi produk dan promo bisa langsung sampai ke konsumen, sementara pelanggan juga lebih mudah bertanya dan memesan,” jelas A. Hasan.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola pemasaran digital. Mitra mulai terbiasa membuat konten promosi, merespons pertanyaan pelanggan, serta mencatat pemesanan yang masuk melalui kanal digital. Pemanfaatan Instagram dan TikTok juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk makanan dan minuman tradisional hingga ke konsumen di luar wilayah Desa Pabean. Link Instagram yang telah dibuatkan adalah

https://www.instagram.com/umkmmerpati?rpxt=ODJ1NnI1YTcwMGI0, sedangkan untuk Tiktok tiktok.com/@umkm.merpati

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap UMKM di RT 60 RW 11 Desa Pabean tidak hanya mampu menggunakan media sosial, tetapi juga mampu mengembangkan strategi pemasaran digital secara mandiri. Keberlanjutan program diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan mitra, memperkuat ekonomi lokal, serta melestarikan produk makanan dan minuman tradisional khas daerah. [why]

Berita Terkait :  Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Babinsa Jambangan Latih PBB Siswa MI Negeri 02 Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!