29.3 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Hadapi Musim Hujan, Pemkab Kediri Petakan Wilayah Berisiko

Pemkab Kediri, Bhirawa. – Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Kediri masuk dalam pemetaan wilayah rawan bencana menjelang musim hujan. Ancaman yang diantisipasi meliputi tanah longsor, banjir, serta angin puting beliung dan pohon tumbang. Wilayah rawan longsor meliputi Kecamatan Ngancar, Plosoklaten, Puncu, Kepung, dan Kandangan. Sementara potensi banjir diwaspadai di Plosoklaten, Pare, Badas, dan Kunjang. Adapun ancaman angin puting beliung dan pohon tumbang berada di Kunjang, Purwosari, Plemahan, serta Papar.

Pemetaan tersebut menjadi salah satu fokus dalam apel kesiapsiagaan tanggap bencana 2026 di Sempu Exotic Park, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11). Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, kesiapan menghadapi bencana dilakukan melalui koordinasi lintas instansi bersama Polres Kediri, Kodim 0809 Kediri, BPBD, dan unsur terkait lainnya. Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga sarana prasarana serta kemampuan petugas dalam menangani kondisi darurat. Termasuk pemahaman mengenai prosedur evakuasi, penentuan prioritas warga yang harus diselamatkan, hingga penyiapan titik kumpul. “Forkopimda Kabupaten Kediri tentunya siap membackup apabila terjadi bencana. Kami juga sudah mempersiapkan personel, sarana, dan seluruh elemen terkait,” ujarnya.

Dewi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama terhadap kemungkinan hujan deras yang disertai angin kencang. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan sampah menumpuk di saluran air maupun sungai agar tidak menghambat aliran air dan memicu banjir. “Mulai dari keluarga, lingkungan RT, sampai sungai-sungai di sekitar kita perlu dijaga kebersihannya. Ini harus diantisipasi sejak dini,” tambahnya.

Berita Terkait :  Lima Prodi Fakultas Teknik Ubaya Raih Akreditasi Unggul dan Internasional

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Muhammad Wahyudin Latif menyebut sekitar 500 personel disiapkan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah Kabupaten Kediri. Kesiapan tersebut diperkuat dengan keterlibatan BPBD, Kodim 0809 Kediri, Satpol PP, Tagana, relawan, dan berbagai unsur lainnya. Posko penanganan bencana juga disiapkan beroperasi selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat sekaligus mempercepat koordinasi ketika terjadi keadaan darurat. “Kami sudah menyiapkan posko-posko di wilayah rawan, baik dari Pemkab, BPBD, Kodim, maupun Polres. Semuanya disiagakan selama 24 jam,” kata AKBP Latif.

Selain evakuasi, petugas juga dipersiapkan untuk menangani kebutuhan warga di lokasi pengungsian. Penanganan pascabencana, termasuk kegiatan kemanusiaan dan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi masyarakat terdampak, turut menjadi perhatian.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!