29.3 C
Sidoarjo
Wednesday, November 4, 2026
spot_img

Inovasi Kelas Rangkap Probolinggo jadi Rujukan Disdik Ciamis


Kabupaten Probolinggo, Bhirawa – Inovasi pembelajaran kelas rangkap atau multigrade yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mulai menarik perhatian daerah lain. Model pembelajaran yang dikembangkan melalui pendampingan program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi menghadapi keterbatasan tenaga pendidik dan jumlah siswa di sekolah dasar (SD).

Ketertarikan itu ditunjukkan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan melakukan studi tiru ke Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/11). Sebanyak tujuh perwakilan Disdik Ciamis datang untuk mempelajari penerapan pembelajaran kelas rangkap sekaligus menggali pengalaman pengembangan inovasi pendidikan di daerah tersebut.

Rombongan dipimpin Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Ciamis Sigit Ginanjar dan diterima Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili bersama sejumlah kepala bidang di kantor Disdikdaya setempat.

Yunita Nur Laili mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Probolinggo untuk berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program multigrade maupun inovasi lain di bidang pendidikan.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berbagi pengalaman dan inovasi yang sudah dilakukan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Salah satunya terkait program multigrade atau kelas rangkap. Kami juga menyampaikan sejumlah program lain yang telah berjalan di bidang pendidikan,” katanya.

Selain pembelajaran kelas rangkap, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo juga memaparkan sejumlah program bantuan pendidikan. Di antaranya beasiswa bagi siswa dan guru, program OASE, beasiswa tahfidz bagi murid, serta bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan berprestasi.

Berita Terkait :  Larasati PAUD Kediri Jadi Ruang Ekspresi Anak, Wali Kota Dorong Penguatan Pendidikan Prasekolah

Menurut Yunita, penerapan inovasi pendidikan di daerah lain tetap membutuhkan kajian sesuai kondisi masing-masing wilayah. Khusus pembelajaran kelas rangkap, terdapat sejumlah aspek yang harus dipersiapkan, terutama regulasi dan sumber daya manusia (SDM).

“Rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis cukup tertarik dengan program-program yang ada di Disdikdaya Kabupaten Probolinggo. Jika nantinya memungkinkan dan seluruh persiapannya terpenuhi, program tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk diterapkan di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan tenaga pendidik dan landasan regulasi menjadi faktor penting agar pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap dapat berjalan sesuai tujuan.

“Dari hasil diskusi dan tanya jawab tadi, tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan dikaji oleh Kabupaten Ciamis, terutama terkait regulasi dan kesiapan SDM. Hal itu penting agar program multigrade nantinya bisa diterapkan dengan baik,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Ciamis Sigit Ginanjar menjelaskan, pihaknya memilih Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi studi tiru setelah berkoordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi kedua daerah memiliki kemiripan, terutama terkait keterbatasan jumlah guru dan jumlah siswa di sejumlah sekolah. Kondisi tersebut mendorong pihaknya mencari alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

“Kami datang ke Kabupaten Probolinggo untuk melakukan studi tiru terkait penerapan kelas rangkap. Setelah berkoordinasi dengan BBPMP Jawa Barat, kami diarahkan untuk belajar ke sini karena permasalahan yang dihadapi hampir sama, yakni kekurangan tenaga guru dan jumlah siswa di sekolah,” ujarnya.

Berita Terkait :  Kasus Bulliying SMAN 4 Kota Pasuruan Berakhir di Restorative Justice

Sigit berharap informasi dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan model pembelajaran di Kabupaten Ciamis.

“Motivasi kami datang ke sini memang untuk belajar. Mudah-mudahan informasi dan pengalaman yang kami peroleh terkait kelas rangkap dapat diterapkan di Kabupaten Ciamis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah,” tegasnya.

Ia juga berharap praktik pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo dapat memberikan inspirasi dalam mencari solusi atas persoalan keterbatasan tenaga pendidik. “Kami berharap pengalaman dari Kabupaten Probolinggo bisa memberikan inspirasi dalam mencari solusi terhadap persoalan kekurangan guru,” tambahnya.

Yunita berharap pertukaran pengalaman antardaerah tersebut tidak hanya memberikan referensi bagi Kabupaten Ciamis, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Disdikdaya Kabupaten Probolinggo untuk terus menyempurnakan program pendidikan.

“Kami berharap pengalaman yang dibagikan hari ini bisa memberikan manfaat bagi kedua daerah. Bagi kami sendiri, kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan pendidikan yang jauh lebih baik,” pungkasnya. [fir.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!