Kota Probolinggo, Bhirawa – Sebanyak 345 atlet cilik mengikuti Bayuangga Pushbike Street Race 2026 di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Sabtu (31/10). Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Kalimantan, Bali hingga sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Para peserta beradu cepat menggunakan sepeda tanpa pedal dalam lintasan yang telah disiapkan panitia. Kompetisi dibagi menjadi enam kelompok umur berdasarkan tahun kelahiran, mulai 2019 hingga 2024. Peserta termuda tercatat masih berusia dua tahun.
Meski masih berusia dini, para peserta terlihat antusias mengikuti perlombaan. Mereka dituntut menjaga keseimbangan, mengendalikan sepeda, sekaligus mengatur kecepatan saat melintasi lintasan.
Bayuangga Pushbike Street Race 2026 diselenggarakan komunitas Bayuangga Warrior Pushbike bersama Asosiasi Pushbike Indonesia (Aspina) Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan olahraga pushbike bagi anak-anak.
Ketua KORMI Kota Probolinggo, Harry Pramono, mengatakan penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan olahraga masyarakat sejak usia dini. Selain memberikan pengalaman bertanding, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi atlet cilik lokal untuk mengukur kemampuan mereka.
“Melalui event ini, kami ingin memberikan ruang bagi atlet-atlet cilik untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Anak-anak Kota Probolinggo juga sudah sering mengikuti kompetisi di berbagai daerah, bahkan tidak sedikit yang berhasil membawa pulang medali kemenangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Aspina Kota Probolinggo, Edo, menyebut keberlangsungan pembinaan pushbike tidak lepas dari dukungan komunitas dan orang tua. Pendampingan keluarga dinilai penting karena anak-anak masih membutuhkan perhatian selama menjalani latihan maupun kompetisi.
Saat ini, Aspina Kota Probolinggo memiliki sekitar 35 anak binaan berusia 3-7 tahun. Mereka menjalani latihan rutin di GOR Mastrip setiap Selasa, Kamis, dan Minggu. “Event ini bisa terlaksana berkat kekompakan para orang tua yang sangat mendukung kegiatan anak-anaknya. Dukungan tersebut penting karena dalam olahraga pushbike, anak-anak membutuhkan pendampingan agar tetap semangat berlatih dan berani mengikuti kompetisi,” kata Edo.
Antusiasme juga datang dari peserta luar daerah. Vivi, salah satu orang tua peserta asal Situbondo, mengatakan Bayuangga Pushbike Street Race 2026 merupakan kompetisi kedua yang diikuti anaknya yang lahir pada 2024.
Menurut dia, mengikuti perlombaan pada usia tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Kondisi dan kenyamanan anak selama mengikuti kompetisi justru menjadi perhatian utama. “Alhamdulillah, selalu bagus mood-nya. Namun, menjaga mood di sini butuh perhatian ekstra,” ungkapnya.
Pembukaan kegiatan dilakukan Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin. Ia menilai olahraga pushbike dapat menjadi alternatif aktivitas fisik bagi anak usia 2-7 tahun sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri.
“Melalui olahraga, anak-anak dapat mengembangkan keberanian, belajar menghadapi tantangan, dan membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya.
Penyelenggaraan kompetisi tersebut bertepatan dengan rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026. Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah sekaligus mempertemukan komunitas pushbike dari berbagai wilayah dalam satu ajang di Kota Probolinggo. [fir.wwn]


