28 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Bonit : Ambil Manfaat Turnamen ITF Junior Widjojo Soejono

Surabaya, Bhirawa

 Ajang ITF Junior Widjojo Soejono Cup selalu dinantikan oleh para atlet petenis junior baik dari Indonesia maupun luar negeri, sebab banyak petenis profesional yang pernah turun di turnamen yang sudah digelar ke 43 kalinya itu.

 Salah satu petenis dunia yang pernah tampil di event tahunan itu adalah Janice Tjen yang pada bulan Agustus lalu menempati peringkat 35 WTA dunia untuk nomor tunggal dan 39 nomor ganda.

 Melihat potensi itulah salah satu legenda tenis nasional Bonit Wiryawan Sugiharto, berharap para atlet junior memanfaatkan turnamen Bonit Wiryawan Sugiharto 2026 yang saat ini digelar di Kota Surabaya untuk mengasah kemampuan dan bertanding sebaik mungkin agar bisa meraih juara.

 Bonit juga mengatakan Turnamen ITF Junior Widjojo Soejono yang bertarah J30 itu menjadi angin segar sekaligus barometer penting bagi perkembangan para petenis muda tanah air.

 Itulah mengapa ia berharap para pemangku tenis di Jatim maupun Indonesia bisa mengambil manfaat dari penyelenggaraan ITF Junior Widjojo Soejono Cup, terutama untuk pembinaan atlet.

 “Kita harus bisa mengambil manfaat dari ITF Junior Widjojo Soejono Cup untuk pembinaan dan pengembangan tenis di Indonesia, jadi jangan hanya sekadar jadi penyelenggara saja,” kata peraih medali perunggu Asian Games Beijing Cina 1990 itu saat ditemui di lokasi pertandingan ITF Junior Widjojo Soejono Cup di Lapangan Kodam V/Brawijaya, Selasa (29/9).

Berita Terkait :  Dua Karateka Pelatnas Perkuat Jatim di PON Bela Diri

 “Keberadaan turnamen berstandar internasional ini juga harus diimbangi dengan proses pembinaan pemain yang konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.

 Peraih medali perak beregu Asian Games XII Hiroshima Jepang 1994 itu juga mengatakan turnamen bertaraf J30 hingga J60 menjadi pijakan awal yang krusial bagi para petenis muda—termasuk atlet lokal Jatim untuk mengukur kemampuan sekaligus mengumpulkan poin guna menunjang karier internasional mereka.

 “Sebetulnya kita punya banyak pemain bagus, khususnya di Jawa Timur. Namun, pembinaan itu harus terus berjalan. Memang pembinaan itu mahal dan membutuhkan waktu yang panjang. Tidak ada pembinaan yang instan, apalagi di cabang olahraga tenis yang memerlukan latihan kontinu dan bertahap,” jelas peraih emas SEA Games 1997 dan 2001 itu. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!