27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, October 28, 2026
spot_img

Hadapi Kendala Bahasa dan Perbedaan, Fameela Rampungkan Studi di Unesa


Surabaya, Bhirawa – Pada Wisuda Unesa ke-123 terdapat kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan tinggi di tengah kekhawatiran umum sebagian masyarakat terhadap stigma keliru tentang budaya luar, mahasiswi asal Thailand bernama Fameela Lateh dari program studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Perjuangan Fameela menempuh studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris FBS Unesa bermula dari perolehannya atas beasiswa pemerintah Thailand. Ia mendapatkan kepercayaan melalui program beasiswa LOYU serta lembaga Al-Muaytid Al-Hidayah di Hat Yai. Keputusannya memilih Indonesia didasari oleh keinginan mendalam untuk memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan belajar di luar negeri yang letaknya tidak begitu jauh dari negara asalnya.

Meski demikian, perjalanan adaptasi Famila tidak serta-merta berjalan mulus. Tantangan awal sempat dirasakannya, terutama perihal hambatan bahasa. “Saya kan bisa bahasa Melayu, tapi saya kira di Indo tuh cakap Melayu juga, pas sudah datang, enggak, beda, terus pertama datang sama teman-teman kan banyak bahasa Jawa, bahasa Indo, saya enggak bisa ngomong, terus saya pakai translator selama satu tahun,” ungkap Famila menceritakan pengalaman adaptasinya.

Di balik kendala bahasa tersebut, Fameela mengaku sempat memikul kekhawatiran tersendiri sebelum menginjakkan kaki di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa di kalangan masyarakat Thailand kerap beredar mitos keliru dan peringatan orang tua agar berhati-hati terhadap kehidupan sosial di Indonesia.

Berita Terkait :  Plh Kepala Disdikbud Jombang Dampingi 67 PNS Disdikbud Jombang Terima SK Pensiun

Namun, ketakutan itu seketika sirna tatkala ia tiba di Surabaya dan menginjakkan kaki di lingkungan kampusnya. Ia mendapati atmosfer kampus yang luas, serta sambutan hangat dari sivitas akademika Unesa yang bahkan menjemputnya langsung di bandara lengkap dengan jamuan makanan khas. “Ternyata enggak seperti yang kita pikirkan di Thailand. Orang-orangnya baik-baik, kampusnya besar dan luas. Saya langsung bilang ke keluarga di sana kalau di sini aman-aman saja,” tambahnya.

Momen wisuda ke-123 di Graha Unesa ini turut dihadiri langsung oleh tiga anggota keluarga Fameela yakni ibu, adik, serta keponakannyayang terbang jauh dari Thailand untuk memberikan dukungan secara langsung, berbeda dengan sistem pembelajaran di negara asalnya yang cenderung kaku, Famila menilai metode interaktif di FBS Unesa telah berhasil mengikis rasa canggung dan melatih keberaniannya untuk tampil di depan kelas.

Menutup masa studinya, Famila sukses merampungkan tugas akhir skripsi yang mengangkat topik relevan mengenai dinamika mahasiswa negerinya, dengan judul “Factors of Thai Students in Surabaya in English Speaking”. Pengalaman berharga selama menimba ilmu di Unesa ini tentu akan menjadi kenangan manis tatkala ia kembali ke Thailand membawa segudang ilmu, gelar sarjana pendidikan, dan kesan positif tentang Indonesia. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!