26.8 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Pertashop Vs Bensin Eceran, Adu Keuntungan Besar Berkelanjutan Lawan Untung Kecil Tapi Instan

“Bagi bensin eceran atau pengusaha pertamini sebaiknya bisa beralih menjadi Pertashop. Menjadi mitra Pertamina selain mudah, tranparan dan menguntungkan. Takaran dan produknya berkualitas, Harga jual sama dengan SPBU resmi dari Pertamina,” ungkap Ni Gusti Nyoman Sunetri yang memiliki Pertashop di jalan Tenggumung Wetan 24 Surabaya.

Achmad Tauriq Imani – Harian Bhirawa

Di tengah menjamurnya penjual bensin eceran botolan dan Pertamini, kehadiran Pertashop yang dihadirkan Pertamina Patra Niaga terbukti menjadi solusi usaha BBM yang lebih aman, legal dan menguntungkan bagi masyarakat.

Namun, sebagian masyarakat beranggapan jika berjualan bensin eceran ini lebih menguntungkan. Karena hanya bermodalkan kecil, cukup dengan memanfaatkan botol kaca bekas 1.000 ml atau botol plastik air mineral 1.500 ml sudah dapat untung paling banyak Rp3 ribu perbotolnya.

Dengan penghasilan yang tidak pasti, karena melihat berapa botol yang laku dijual selama sehari. Ada yang bisa sehari mendapatkan Rp20 ribu perhari jika sepi pembeli dan bisa mendapatkan Rp40 ribu bila pembeli ramai.

Paling mudah memang mencari tambahan pendapatan secara instan yang nyata keliatan dimata tapi kecil. Bahkan dibuat untuk usaha berkelanjutan kedepan pun tidak menjanjikan. Karena sudah ada beberapa penjual bensin eceran yang akhirnya gulung tikar.

Untuk itu, Ni Gusti Nyoman Sunetri mengajak para pengusaha bensin eceran untuk beralih ke Pertashop yang bisa untuk investasi hingga berkelanjutan kedepan. “Pertashop memiliki standar keamanan resmi dari Pertamina, jauh lebih aman dibandingkan dengan pengecer BBM maupun Pertamini,” terangnya.

Menurut Ni Gusti Nyoman Sunetri yang sudah empat tahun ini memiliki Pertashop menyakinkan bahwa mendapatkan jaminan pasokan suplai BBM berkualitas tinggi (seperti Pertamax dan Dexlite) langsung dari PT Pertamina.

“Memang modal awal eceran lebih kecil, akan tetapi Pertashop memiliki margin keuntungan tetap perliter. Pasokan terjamin dari Pertamina, jadi sudah tidak perlu harus antre ke SPBU dan bisa menjual produk non-BBM seperti Bright Gas, pelumas dan sembako,” tuturnya.

Berita Terkait :  Sektor Pariwisata Jatim Diyakini Mampu Dorong Perekonomian Indonesia 2045

Dari segi keamanan, Pertashop jelas lebih aman. Berbeda dengan bensin eceran atau Pertamini yang tanpa uji tera ulang. Jika bensin eceran tidak memiliki standar keselamatan dan rawan kebakaran jika dijual di botol plastik.

Sementara Pertashop dilengkapi dengan tangki berstandar Pertamina, dispenser resmi, APAR dan SOP keamanan yang ketat. Usaha aman, pemilik tenang, konsumen pun nyaman.

“Pertashop memiliki aturan keselamatan yang sama persis dengan SPBU. Contoh ada beberapa yang perlu diperhatikan bagi konsumen diantaranya, Dilarang Merokok; Tidak diperbolehkan membeli BBM menggunakan botol plastik kemasan atau jeriken plastik; Konsumen dilarang menggunakan HP di area sekitar Nozzle karena sangat berbahaya dan beresiko jika area terkena uap bensin ada api, baterai hp panas bisa terbakar/meledak,” jelas Ni Gusti Nyoman Sunetri.

Bensin Eceran sebagai Pelengkap Berjualan
Bagi Didik yang mempunyai toko di Perumahan Prambon Asri, Gresik, berjualan bensin eceran ini hanya sebagai pelengkap tokonya. “Tidak terlalu banyak, hanya sekitar 8 botol saja. Itupun kadang sehari belum tentu ada yang beli,” katanya.

Dengan mengambil keuntungan Rp3 ribu perbotolnya, bensin eceran tersebut dipajang disamping tokonya yang secara langsung terpapar panas matahari. “Ya, mau ditaruh mana lagi. Kalau tidak keliatan nanti dikira tidak berjualan bensin,” ujarnya.

Berjual bensin eceran botol untuk tambahan pendapatan.

Bagi Didik, berjualan bensin eceran ini hanya untuk membantu warga sekitar Perumahan saja. “Kadang kasihan, sudah menuntun motor ke toko ternyata tidak ada bensin eceran, ya akhirnya saya ikut berbisnis bensin eceran tujuanya untuk membantu warga yang kehabisan bensin motornya,” tandasnya.

Berbeda dengan yang dilakukan Yanto, yang benar-benar menekuni usaha bensin eceran di sekitar daerah jalan Gempol Kurung, Menganti, Gresik. Menurutnya, berjualan bensin eceran adalah yang paling ia bisa meskipun hasilnya minim. “Ditekuni saja, walaupun kadang dapat untung banyak kadang juga sedikit. Namanya juga usaha jadi ya disyukuri saja,” katanya sambil tersenyum.

Berita Terkait :  Bazar Sembako Murah Peringati Harkopnas Ke-78 di Kabupaten Sampang

Yanto ini memang murni hanya berjualan bensin eceran, tanpa perlu membuat toko. Bensin eceran cukup dipajang didepan rumah dan diberi tulisan yang besar agar pengendara melihat.

“Kalau beberapa bulan ini jualanya mulai ramai, mungkin banyak pengendara yang malas antre di SPBU. Kadang juga stok BBM jenis Pertalite di SPBU sekitar lagi kosong, akhirnya belinya di kami,” tandasnya.

Secara keamanan, menurut Yanto selama ini masih dirasa aman-aman saja. “Belum ada kejadian yang mengkhawatirkan, tapi kalau secara kualitas ada perubahan dalam BBM yang disimpan di botol saya juga kurang paham. Saya hanya berjualan saja,” tuturnya.

Pertamini yang Mulai Ditinggalkan
Keberadaan Pertamini mulai ada sekitar tahun 2012 dan mulai marak di tahun 2014. Begitu maraknya, begitu mudah ditemui karena bentuknya yang mirip benar dengan SPBU.

Pertamini yang kini mulai ditinggalkan.

Sempat disebut Pom Mini atau SPBU Mini, yakni pom bensi yang tidak memakai jeriken tapi sudah menggunakan pompa manual dengan gelas takaran atau dispenser mini. Ada juga yang dilakukan secara manual yaitu pompanya diputar dengan tangan terlebih dahulu baru disalurkan ke motor.

Kini Pertamini sudah mulai ditinggalkan karena keakuratan takaran juga keraguan terhadap volumen BBM yang dikeluarkan. Bahkan resiko BBM yang terkontaminasi atau dioplos juga menjadi alasan konsumen lebih memilih membeli di eceran botol atau mengantre di SPBU.

Sehingga keberadaan Pertamini sekarang sudah banyak berkurang, bahkan banyak yang mangkrak jika keberadaanya di sekitar kota-kota. Selain itu disetiap toko Madura yang menyediakan Pertamini juga sudah banyak yang tidak aktif dan beralih ke bensin eceran botol.

Ketegasan Pertamina Patra Niaga
Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina Patra Niaga dan legalitasnya jelas, memiliki izin dan dilindungi regulasi. Selain itu, pasokan BBM dijamin langsung dari Fuel Terminal Pertamina sehingga kualitas dan takaran 100 persen terjamin.

Berita Terkait :  Hadapi Krisis Pangan Global, Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produk Nasional

Untuk bensin eceran termasuk praktik penjualan ilegal yang tidak memiliki izin niaga migas. Sehingga kualitas BBM rawan menyusut karena penguapan, takaran tidak akurat dan rawan penertiban oleh aparat.

Sebagian SPBU sudah melarang adanya tangki modifikasi maupun penhgisian berulang-ulang.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan apabila BBM subsidi yang diperjualbelikan tidak sesuai dengan ketentuan. “Tentunya akan disertai dengan resiko hukum yakni penjara 6 tahun dan denda Rp6 miliar,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga juga memberikan apresiasi jika pengecer BBM ini untuk membantu masyarakat sekitarnya selama masih dalam hal kewajaran. “Kami akan melakukan pengawasan dengan membedakan antara pengecer yang memang untuk membantu masyarakat atau diperjualbelikan lagi kepada pengguna yang tidak berhak, misalkan skala industri,” paparnya.

Ahad juga mengimbau bagi para pemotor agar tidak melakukan modifikasi tangki, sehingga bisa melakukan pembelian BBM yang melebihi kapasitas motor itu sendiri. “Di setiap SPBU kami memiliki barkot statis, jadi akan disesuaikan direkaman SPBU di hari apa, jam dan menit ke berapa ternyata ada penyaluran ke motor dengan jumlah tidak wajar misal 16 liter itukan dibatas kewajaran maka kita akan cek di CCTV SPBU dan data itu kita serahkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Terkait dengan Pertashop, Ahad menyampaikan dari sisi keamanan lebih terjamin, legalitas resmi dan keuntungan jangka panjang yang jauh lebih menjanjikan. Karena Pertashop bukan sekadar jualan bensin, tapi investasi usaha energi masa depan yang aman dan menguntungkan.

“Selain itu, menjadi mitra Pertashop berarti ikut menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja dan mendapat pembinaan langsung dari Pertamina. Selain itu dengan sistem kemitraan yang mudah, modal yang bisa dicicil dan dukungan penuh, Pertashop adalah bentuk naik kelas bagi pengecer eceran yang ingin usahanya lebih profesional dan menguntungkan,” pungkas Ahad. [*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!