28.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 15, 2026
spot_img

Dipercaya Kemendiktisaintek, Untag Surabaya Perluas Kompetensi Dosen



Surabaya, Bhirawa – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali dipercaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai perguruan tinggi penyelenggara pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA). Penetapan ini memperkuat peran Untag Surabaya dalam meningkatkan kompetensi dosen, baik dari lingkungan internal maupun perguruan tinggi lain di Indonesia.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 114/B/KPT/2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Untag Surabaya tercatat sebagai satu dari 74n perguruan tinggi yang memperoleh kewenangan resmi untuk menyelenggarakan kedua program tersebut.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab untuk memastikan pelatihan memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.

“Menjadi penyelenggara Pekerti dan AA bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif. Ada tanggung jawab untuk memastikan dosen yang mengikuti pelatihan mendapatkan pengalaman belajar yang bermanfaat. Materi, metode, dan pendampingan harus mampu menjawab kebutuhan peserta agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan mengajar,” ujar Harjo, Kamis (15/10).

Menurut Harjo, penetapan tersebut juga menjadi dasar penyelenggaraan pelatihan yang hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan dalam proses Sertifikasi Pendidik untuk Dosen (Serdos), sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, pelatihan Pekerti di Untag Surabaya diikuti dosen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk peserta dari luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan internal kampus, tetapi juga membuka akses pengembangan profesional bagi dosen dari berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terkait :  Dispendik Surabaya Ubah Skema SPMB, Gabung Rapor-TKA

Pekerti berfokus pada penguatan keterampilan dasar dosen dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Sementara itu, Applied Approach (AA) memberikan pendalaman terkait pengembangan metode dan strategi pengajaran.

Sesuai ketentuan yang disebutkan, program Pekerti dilaksanakan melalui 42 jam pembelajaran teori secara daring dan 63 jam pembimbingan tugas mandiri secara luring. Rangkaian pelatihan tersebut dirancang untuk membantu dosen meningkatkan kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran secara efektif.

Harjo menilai, perkembangan teknologi dan perubahan karakter mahasiswa menuntut dosen terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Penguasaan materi perkuliahan perlu diimbangi kemampuan membangun interaksi, mendorong pemikiran kritis, serta membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan memecahkan persoalan.

“Mahasiswa zaman sekarang memiliki cara memperoleh informasi dan memahami pengetahuan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dosen tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan persoalan,” jelasnya.

Melalui pelatihan Pekerti dan AA, Untag Surabaya berharap semakin banyak dosen mampu mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan tinggi.

Keterbukaan pelatihan bagi dosen lintas perguruan tinggi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan praktik pengajaran. Dengan demikian, peran Untag Surabaya sebagai penyelenggara diharapkan turut mendukung peningkatan kompetensi dosen dan penguatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!