Lamongan, Bhirawa – Kehidupan masyarakat Kabupaten Lamongan yang rukun di tengah keberagaman tercermin dalam capaian Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) tahun 2026. Lamongan berhasil menempati peringkat kedua se-Jawa Timur dengan skor 7,60 dalam kategori sangat baik.
Capaian tersebut menjadi gambaran kondisi sosial masyarakat Lamongan yang terus berupaya menjaga kerukunan, toleransi, serta stabilitas di tengah perbedaan suku, ras, dan agama.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, mengatakan capaian IHaI tahun ini mencerminkan semakin kuatnya upaya masyarakat dalam merawat keberagaman.
Menurutnya, harmoni tidak hanya dimaknai sebagai kehidupan yang berdampingan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga hubungan baik, membangun ruang komunikasi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
“Alhamdulillah, skor Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) Kabupaten Lamongan Tahun 2026 meningkat signifikan dari tahun 2025, sekaligus melampaui skor Provinsi Jawa Timur. Ini menunjukkan kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan semakin harmonis, rukun dan kondusif. Capaian ini juga sebagai tanda perwujudan visi misi Bupati/Wakil Bupati secara progresif dan berkelanjutan,” ujar Johny.

Ia menjelaskan, Indeks Harmoni Indonesia merupakan instrumen yang dikembangkan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum bersama Bakesbangpol untuk menilai, memantau, dan mengukur tingkat keharmonisan kehidupan masyarakat di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Pengukuran tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, serta mendukung terjaganya stabilitas nasional.
Johny menyebutkan, capaian IHaI Kabupaten Lamongan pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Lamongan memperoleh skor 6,58 dengan kategori baik. Sementara pada 2026, skornya naik menjadi 7,60 dan masuk kategori sangat baik.
Perolehan tersebut juga berada di atas skor IHaI Provinsi Jawa Timur tahun 2026 yang mencapai 7,34.
Peningkatan skor ini menjadi salah satu indikator positif dalam upaya menjaga kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Lamongan. Kerukunan yang terpelihara diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mencegah potensi konflik yang dipicu oleh perbedaan.
Ke depan, tambah Johny, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga diharapkan terus diperkuat agar nilai toleransi dan saling menghormati semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. [yit.kt]






