33.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 11, 2026
spot_img

GUTANBO FEST’26 Dorong Promosi dan Perluasan Pasar Produk Pertanian Lokal

Bojonegoro, Bhirawa – Pameran pertanian, bazar kuliner usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga hiburan artis nasional bakal meramaikan Gumregah Tani Bojonegoro Festival (GUTANBO FEST’26). Festival yang digelar selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (16–18 Oktober 2026), di Alun-Alun Bojonegoro ini menjadi ajang bagi petani lokal untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Mengusung konsep GUTANBO, kegiatan yang merupakan pengembangan dari Farmers Fun Day tersebut hadir dengan format berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Festival ini tidak hanya menjadi sarana peringatan Hari Petani, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi, promosi, dan pengembangan usaha pertanian di Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa perubahan konsep dilakukan agar manfaat kegiatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Dulu kegiatan Farmers Day hanya berupa peringatan Hari Petani. Sekarang kami mencoba mengemasnya menjadi sebuah festival yang lebih besar, dengan harapan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya, Minggu (11/10/2026).

Dalam festival tersebut, petani lokal akan terlibat langsung melalui stan Gumregah Hasil Tani. Mereka berkesempatan memamerkan hasil usaha tani dan memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung, calon konsumen, maupun mitra usaha.

” Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.

Berita Terkait :  SMP PGRI 1 Buduran Peringati Hapsak, Agar Sejarah Hitam G30S PKI Tak Terulang Kembali

Selain promosi produk, GUTANBO FEST’26 juga menyoroti perkembangan teknologi pertanian. Petani milenial yang telah menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem smart farming akan berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas usaha tani. Upaya tersebut diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani.

Aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian melalui semangat Pesona Lestari. Petani penggerak pertanian ramah lingkungan akan berbagi pengetahuan mengenai pelestarian alam, pemulihan kesehatan tanah, serta upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal praktik pertanian yang lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Festival ini turut memperkenalkan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai lembaga pembelajaran pertanian yang dapat diakses masyarakat. Keberadaan P4S diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.

Untuk memperluas akses pasar, panitia juga menghadirkan kegiatan Agribusiness Matching yang mempertemukan petani dengan calon pembeli dan mitra usaha dari berbagai sektor. Melalui forum tersebut, petani dapat menjajaki kerja sama pemasokan produk pertanian sesuai kebutuhan pasar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan hasil pertanian lokal dan memperkuat hubungan antara produsen dengan pelaku usaha.

Pameran alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Pengusaha dan produsen di bidang pertanian akan memperkenalkan berbagai peralatan serta inovasi teknologi yang dapat menunjang kegiatan produksi. Kehadiran pameran ini sekaligus memberikan kesempatan kepada petani untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi pertanian.

Berita Terkait :  Disdikbud Jombang Tekankan Validitas Dapodik dalam Sosialisasi Pemutakhiran Sarpras SD

Dari sisi edukasi, GUTANBO FEST’26 menghadirkan talkshow bertajuk “Membangun Ekosistem Pertanian Modern di Era Gen-Z” bersama praktisi smart farming dan praktisi manajemen sumber daya manusia agribisnis. Selain itu, seminar bertema Gema Pangan Food Loss dan Food Waste akan mengangkat pentingnya kesadaran untuk mengurangi kehilangan dan limbah pangan.

Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM, khususnya usaha olahan pangan dan kuliner berbahan hasil pertanian. Beragam kegiatan pendukung turut disiapkan, mulai dari lomba kreasi menu telur Gayatri, senam bersama, undian berhadiah, hingga pertunjukan seni dan budaya serta hiburan artis nasional.

Melalui penyelenggaraan GUTANBO FEST’26, petani diharapkan tidak hanya menjadi peserta pameran, tetapi juga berperan aktif dalam memperkenalkan produk, berbagi pengetahuan, mengadopsi inovasi, dan membangun kemitraan bisnis. Festival ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem agribisnis daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Bojonegoro di pasar yang lebih luas. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!