32 C
Sidoarjo
Monday, September 21, 2026
spot_img

Bidik Pasar Haji, Disperindag Jatim Kirim Pelaku Usaha ke Misi Dagang Jeddah

Pemprov Jatim, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim tengah memfokuskan diri pada program prioritas untuk membawa produk lokal menembus pasar global.

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah misi dagang ke Jeddah, Arab Saudi, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 24–27 September 2026, bersamaan dengan partisipasi Indonesia dalam the Jeddah Center for Exhibitions & Events (JCEE), The Saudi Fashion & Tex Expo 2026

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Lucky, yang mewakili Plt Kepala Disperindag Jatim, Iwan, mengungkapkan bahwa misi dagang ini merupakan bagian dari tiga agenda perdagangan luar negeri yang dijadwalkan tahun ini, selain ke Timor Leste dan Jepang.

“Program unggulan saya kira juga bukan ya. Tapi yang jelas ini prioritas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memamerkan produk Jawa Timur ke global,” ujarnya dalam wawancara kepada Bhirawa, Senin (21/9/2026) pagi.

Misi Dagang Jeddah: Peluang Besar bagi IKM Jatim

Menurut Lucky, misi dagang ke Jeddah akan diikuti oleh sekitar 300 pelaku usaha, baik dari Indonesia maupun Arab Saudi.

Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Menteri Perdagangan RI.

“Yang menarik ini yang Jeddah ini. Pertama, Jeddah ini saat kegiatan misi dagang, di sana itu juga ada namanya Saudi Fashion Fair. Saudi Fashion and Textile Expo,” jelasnya.

Berita Terkait :  Target Perlindungan Pekerja Surabaya Naik 60 Persen, Disnaker Kejar 120 Ribu Peserta Baru BPJS Ketenagakerjaan

Agenda ini dinilai sangat potensial, khususnya bagi pelaku usaha makanan dan minuman (mamin) Jatim yang ingin memasok kebutuhan katering haji di Arab Saudi.

“Jadi ini sangat potensial untuk produk-produk Jawa Timur, khususnya memenuhi kebutuhan catering haji. Dari data yang kita ajak, ini banyak yang terkait dengan makanan minuman tentunya,” tambah Lucky.

Disperindag Jatim juga menyebut adanya dukungan kuat dari komunitas diaspora Indonesia di Arab Saudi. Para diaspora berharap ada lebih banyak pelaku usaha Jatim, terutama industri kecil menengah (IKM) di sektor makanan, yang dapat memasok kebutuhan mereka.

“Nah kawan-kawan diaspora pun sangat berharap, jadi ada pelaku usaha Jawa Timur, terutama IKM atau industri yang bergerak di makanan ini bisa memasok untuk kebutuhan dia,” ujar Lucky.

Selain itu, proses ekspor produk makanan ke Arab Saudi juga akan difasilitasi oleh buyer potensial yang akan membantu pengurusan izin edar seperti Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

“Kalau kita sudah halal dan produk itu ternyata diminati oleh Arab, ada buyer potensial di sana yang akan mengambil. Nanti biasanya kita juga akan dibantu oleh buyer itu dalam mengurus SFDA-nya,” jelasnya.

Sebelum produk Jatim melangkah ke pasar global, Disperindag Jatim melakukan proses kurasi dan peningkatan kualitas melalui unit-unit teknis seperti UPT PMP dan ITK.

Unit ini memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi IKM yang belum memilikinya, atau memastikan produk yang sudah bersertifikat halal siap diterima di pasar internasional.

Berita Terkait :  Sebanyak 1095 Petugas Sensus Ekonomi BPS Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Sebelum produk itu go global, ada baiknya memang kita ini melihat posisi produknya sendiri. Kalau kita ada istilah kurasi, tapi di Disperindag itu juga ada bagian-bagian yang atau UPT-UPT yang meningkatkan kualitas teman-teman IKM itu,” papar Lucky.

Dengan adanya misi dagang ini, Pemprov Jatim berharap dapat membuka akses pasar baru bagi produk lokal, terutama di sektor makanan dan minuman. “Jadi besar harapan kita benar-benar misi dagang Jeddah ini memberikan kontribusi untuk teman-teman industri atau pelaku industri yang ada di Jawa Timur,” tutup Lucky.

Misi dagang ini menjadi salah satu langkah strategis Jatim dalam memperkuat posisi ekspor daerah, sekaligus mendukung program nasional dalam memperkuat rantai pasok pangan halal untuk kebutuhan haji dan umrah di Arab Saudi. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!