Pasuruan, Bhirawa – Pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan geliat positif. Sebanyak 25 atlet terbaik resmi diberangkatkan untuk bertarung dalam ajang Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026.
Pelepasan kontingen secara resmi dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan, Diano Vela Feri, di Kantor Bupati Pasuruan pada Jumat (18/9).
Dalam ajang tingkat provinsi tersebut, kontingen Kabupaten Pasuruan bakal memfokuskan kekuatan pada dua cabang olahraga (cabor) andalan, yakni para-atletik dan para-voli duduk.
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Pasuruan, Sucipto, menyampaikan nomor para-atletik masih menjadi tumpuan utama dalam mendulang medali.
Hal itu merujuk pada rekam jejak manis dan torehan prestasi yang berhasil diraih pada edisi kejuaraan sebelumnya. “Andalan kita memang di atletik. Pada Kejuaraan Paralimpik sebelumnya, kita berhasil mengukir prestasi gemilang di nomor ini,” tegas Sucipto di sela-sela pelepasan.
Guna memastikan kondisi kontingen matang secara teknik maupun fisik, pihak NPCI telah menggembleng para atlet melalui program pusat latihan kabupaten (training center/TC). Sebanyak 15 kali sesi latihan intensif telah dituntaskan sebelum pemberangkatan.
“Porsi latihan sudah maksimal. Sekarang tinggal bagaimana eksekusi di lapangan yang ditunjang dengan mental bertanding tangguh serta doa,” jelas Sucipto.
Sementara itu, mewakili Bupati Pasuruan, Diano Vela Feri menyuntikkan semangat serta motivasi tinggi kepada seluruh atlet dan jajaran pelatih.
Diano meminta para atlet bertanding tanpa beban, namun tetap memelihara jiwa pantang menyerah selama berlaga di arena. “Yang terpenting adalah berjuang sampai titik darah penghabisan. Ketika perjuangan sudah maksimal dan membuahkan kemenangan, itu akan menjadi kado istimewa bagi Kabupaten Pasuruan,” ucap Diano.
Tak hanya menitipkan asa juara, Diano secara khusus memberi instruksi kepada jajaran official dan tim medis agar mengawal ketat kondisi kebugaran atlet. Mengingat tingginya intensitas kompetisi, daya tahan fisik dan kesiapan mental menjadi kunci utama.
“Pastikan kondisi kesehatan para atlet terus terpantau dengan baik. Jaga kestabilan mental mereka agar siap menghadapi setiap laga dan membawa pulang hasil terbaik,” papar Diano. [hil.wwn]

