28 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Alami Sakit Perut dan Diare

Tulungagung, Bhirawa. – Setidaknya 200 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami sakit perut dan diare. Diduga mereka keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (16/9) siang.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Boyolangu, Fajar Luthfianto, Kamis (17/8) mengungkapkan, gejala sakit perut dan diare dialami siswa dan guru pada malam hari setelah menyantap MBG. ”Sampai pagi tadi ada siswa yang mengalami diare sampai lima kali. Bahkan yang mengalami diare terus bertambah,” ujarnya.

Fajar belum bisa memastikan seberapa banyak siswa dan guru yang mengalami sakit perut dan diare. Siswa yang mengalami diare disamping diberi obat dan perawatan di UKS sekolah juga diminta untuk mengisi data di aplikasi layanan pembuat formulir online oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung.

”Awalnya siswa yang merasa sakit perut dan diare itu di kelas XI, kemudian disusul kelas X. Dan kayaknya hampir semua. Lumayan banyak jumlahnya. Sekitar jam 13.00 WIB tadi siswa satu kelas minta obat,” paparnya.

Sampai berita ini ditulis, SMKN 1 Boyolangu belum menerima informasi siswa atau guru yang dirawat di Puskesmas atau di RS. ”Masih belum ada laporan ke kami,” tutur Fajar.

Soal menu MBG yang diduga sebagai penyebab siswa dan guru mengalami keracunan Fajar tidak mengetahui secara pasti. Apalagi, ia tidak mengonsumsi karena saat itu sedang dinas luar.

Berita Terkait :  Gus Qowim: Taijiquan Ajarkan Keseimbangan dan Kebersamaan

Selanjutnya Fajar mengakui jika pada Kamis (17/9) siang, siswa dan guru yang sebagian mengalami sakit perut dan diare kembali mendapat menu MBG dari SPPG yang sama. ”Semua siswa mengonsumsi menu MBG yang datang. Mungkin karena perutnya sudah kosong,” terangnya.

Saat ini jumlah siswa di SMKN 1 Boyolangu tercatat sebanyak 1.600 siswa. Sedang jumlah guru sebanyak 300 orang. Mereka semua mendapat MBG.

Inafis Polres Tulungagung juga telah datang ke SMKN 1 Boyolangu untuk melakukan identifikasi. Termasuk di SPPG yang menyediakan menu MBG bagi siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, memastikan pula jika belum ada siswa yang dirawat di puskesmas. Namun demikian, ia sudah memerintahkan 32 Puskesmas se-Tulungagung untuk siaga menerima siswa SMKN 1 Boyolangu yang bergejala keracunan.

”’SOP-nya kan 3 kali 24 jam. Apalagi siswa SMKN 1 Boyolangu berasal dari sejumlah kecamatan di Tulungagung,” katanya.

Sejauh ini, menurut dia, Dinkes Kabupaten Tulungagung sudah mengamankan sampel menu MBG pada hari Rabu (16/9) dan juga pada Kamis (17/9). ”Tetapi ini masih dugaan ya. Belum tahu penyebabnya apa,” tandasnya. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!