28 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Jembatani Kebutuhan Bahasa Autentik, Alumnus UMM Kembangkan Model ICAM di Inggris

Kota Malang, Bhirawa. – Pendidikan bahasa Inggris di Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar dalam membekali peserta didik agar mampu berkomunikasi secara kontekstual dan autentik di kancah global. Kondisi ini menggugah Bayu Dharmala, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk melahirkan inovasi riset pembelajaran bahasa berbasis teknologi.

Saat ini, Bayu tengah menempuh studi S3 Applied Linguistics di University of Nottingham, Inggris, melalui Beasiswa LPDP Doctoral Scholarship periode Februari 2026 hingga Januari 2030. Lewat studinya, ia mengembangkan Integrated Corpus and AI Model (ICAM), yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi corpus dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Bayu menjelaskan, riset ini berangkat dari keterbatasan masing-masing teknologi. Corpus-atau kumpulan teks bahasa-mampu menyediakan contoh penggunaan bahasa yang kredibel dan autentik, namun pengoperasiannya tergolong rumit. Sebaliknya, AI menyajikan antarmuka yang ramah pengguna, tetapi memiliki kelemahan pada aspek reliabilitas karena berisiko memunculkan informasi keliru.

“Melalui ICAM, kami menggabungkan keunggulan keduanya. AI memberikan kemudahan antarmuka bagi pengguna, sementara corpus menyediakan sumber data bahasa yang valid. Keduanya saling menutupi kelemahan,” ujar Bayu.

Pendekatan ini memungkinkan guru maupun siswa mengakses materi pembelajaran berbasis data autentik tanpa harus disulitkan oleh sistem corpus yang kompleks. Di sisi lain, AI diarahkan untuk mengambil rujukan data yang telah dikurasi dari corpus, sehingga potensi jawaban yang tidak akurat dapat ditekan.

Berita Terkait :  Setjen DPD RI Dukung Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks ASN dan Keluarga

Menurut Bayu, model ICAM sangat relevan diterapkan di Indonesia. Selain dapat memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sistem ini juga berpotensi dikembangkan untuk program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) hingga pelestarian bahasa daerah.

“Kemampuan bahasa Inggris yang kontekstual dan autentik sangat dibutuhkan generasi muda Indonesia saat ini, terlebih untuk bersaing meraih berbagai peluang studi internasional seperti IISMA, LPDP, Fulbright, hingga AAS,” tegasnya.

Perjalanan akademik Bayu ke tingkat global tak lepas dari pijakan awal yang ia dapatkan di UMM. Sejak bangku kuliah, ia aktif mengikuti program internasional, di antaranya Learning Express di Singapura (2015) dan program Erasmus di University of Murcia, Spanyol (2016). Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Amerika Serikat pada 2021 sebelum akhirnya menempuh program doktoral di Inggris.

“UMM memberikan eksposur internasional yang sangat membantu pengembangan diri saya. Ini menjadi modal penting untuk berkiprah di tingkat dunia,” tambahnya.

Usai menyelesaikan studi doktoralnya pada Januari 2030 mendatang, Bayu berencana kembali ke tanah air untuk menerapkan hasil risetnya demi mendorong sistem pembelajaran bahasa di Indonesia yang lebih adaptif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi. [mut.hel

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!