27 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Dynamic Cinema Festival Undika Tembus 317 Karya dari 24 Negara


Surabaya, Bhirawa – Dynamic Cinema Festival (DCF) 2026 di ikuti sebanyak 317 karya film dari 24 negara telah masuk dalam ajang yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Produksi Film dan Televisi (PFTV), Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK), Universitas Dinamika (Undika) pada

DCF 2026 bertajuk “Reflexion” yang menjadi ruang untuk mempertemukan refleksi dan ekspresi masyarakat melalui karya film, selain dari Indonesia, karya peserta berasal dari berbagai negara, di antaranya Italia, Prancis, Spanyol, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, Bangladesh, Amerika Serikat, Turki, Iran, Brasil, Meksiko, Argentina, Portugal, Kroasia, Kirgistan, Sri Lanka, Angola, hingga Burkina Faso di Afrika Barat, Senin (31/8).

Festival Director DCF, Ilham Satria mengatakan peserta yang lolos official selection akan diumumkan pada 10 September 2026, Selanjutnya, rangkaian puncak DCF dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 di BG Junction Surabaya. “Tahun ini, DCF mempertandingkan empat kategori, yakni Best Short Film, Best Cinematography, Best Artistic, dan Best Student Short Film,” ujarnya.

Lanjut Ilham, selain piala dan sertifikat, para pemenang juga akan memperoleh hadiah uang tunai, khusus kategori Best Student Short Film, panitia memberikan penghargaan tambahan berupa bebas biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika. “Untuk kategori Best Student Short Film, akan ada tambahan bebas biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika,” jelasnya.

Berita Terkait :  Dishub Tulungagung Kaji Angkutan Bus Sekolah untuk Layanan Wisata JLS

Ilham mengukapkan tingginya jumlah karya yang masuk menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan DCF tahun ini, peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.

“Tingginya animo peserta menunjukkan sineas membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan dan ekspresi melalui karya film, sebanyak 317 karya dari 24 negara bukti para sineas butuh ruang yang tepat untuk mengekspresikan karya-karya,” ungkapnya.

Dekan FDIK Universitas Dinamika sekaligus founder DCF, Muhammad Bahruddin, menyambut positif perkembangan festival tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menunjukkan DCF mulai memiliki daya tarik yang semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Lompatan ini bukan hanya pada jumlah karya, tetapi juga pada keberagaman negara peserta,” ujar Bahruddin.

Bahruddin yang juga merupakan pengurus pusat Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein) dan terlibat dalam penjurian Festival Film Indonesia (FFI) sejak 2021 berharap DCF tidak berhenti sebagai ajang kompetisi film.

“Berharap DCF dapat berkembang menjadi ruang yang turut memperkuat ekosistem perfilman Indonesia, sekaligus membuka kesempatan bagi sineas dari berbagai negara untuk bertemu dan bertukar gagasan melalui karya film,” Imbuhnya.

“DCF tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya karya film, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem perfilman Indonesia,” pungkasnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!