Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Di tengah kapasitas produksi susu segar yang telah menembus 230 ton per hari, Pemkab Pasuruan terus bergerak dalam memperkuat basis persusuan daerah.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan, pemerintah setempat bersiap mempopulerkan kembali keunggulan ras lokal dengan merealisasikan pengadaan 60 ekor Sapi Perah Grati pada tahun anggaran 2026.
Langkah strategis itu ditempuh sebagai bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sektor persusuan sekaligus menopang kebutuhan komoditas susu secara nasional.
Ternak unggulan ini nantinya disalurkan secara bertahap kepada kelompok peternak penerima manfaat setelah seluruh tahapan prosedur pengadaan rampung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfia, menyampaikan pemilihan Sapi Perah Grati didasarkan pada keunggulan genetik serta daya tahan fisiknya yang optimal terhadap kondisi iklim lokal.
Ras ini terbukti adaptif terhadap cuaca panas dan mampu bertahan pada pakan ekstrem tanpa menurunkan kualitas maupun kuantitas produksi susu.
“Kami akan mengadakan sebanyak 60 ekor Sapi Perah Grati yang memiliki keunggulan genetik tahan cuaca panas, mampu bertahan pada pakan ekstrem, serta tetap menghasilkan produksi susu yang bagus. Program pengadaan ini disiapkan untuk mendukung program nasional ketahanan pangan, khususnya pemenuhan komoditas susu,” tutur Ainur, Senin (31/8/2026).
Kapasitas produksi susu segar di Kabupaten Pasuruan saat ini terbilang memuaskan, menjadi salah satu penopang utama pasokan susu harian dari sektor peternakan rakyat.
Penambahan puluhan ekor Sapi Perah Grati diproyeksikan bakal makin memperkokoh dominasi daerah ini sebagai sentra susu segar.
.
Dengan asumsi tiap ekor sapi mampu menghasilkan minimal 10 liter susu per hari, kehadiran 60 ekor ternak baru tersebut berpotensi menyumbang pasokan tambahan sedikitnya 600 liter susu per hari.
“Kapasitas produksi susu di Kabupaten Pasuruan saat ini sudah mencapai 230 ton per hari dari seluruh peternakan yang ada. Dengan adanya tambahan 60 ekor Sapi Perah Grati ini, diproyeksikan bakal ada potensi tambahan produksi susu minimal 600 liter per hari,” jelas Ainur.
Besaran produksi tersebut bahkan berpeluang melonjak lebih tinggi apabila ditunjang dengan pemeliharaan yang presisi serta pemberian pakan yang optimal dari para peternak.
“Untuk memastikan pengelolaan ternak berjalan maksimal dan berkelanjutan, kami akan memberikan pembinaan serta pendampingan teknis secara berkala kepada seluruh kelompok penerima manfaat,” papar Ainur. [hil.kt]

